Terapi Istighfar

Terapi istighfar

مَا نُزِّلَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ


“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.”(Ali ibn Abi Thalib RA)

Terapi Istighfar sebagai sarana memohon kesembuhan kepada Allah SWT.

Terapi Istighfar - Bapak dan ibu yang dirahmati Allah SWT, setiap kejadian yang menimpa anak Adam pasti ada sesuatu dibaliknya, itulah yang dinamakan dengan hikmah, begitu juga dengan musibah yang menimpa kepada manusia.

Ada satu ayat al Qur'an yang sangat bermanfaat untuk kita renungkan dalam rangka instrospeksi diri kita masing-masing, khususnya bagi mereka atau keluarga sedang menderita suatu penyakit, termasuk penyakit nonmedis.

Allah berfirman dalam al Qur'an:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)

(Dan apa saja yang telah menimpa kalian) khithab ayat ini ditujukan kepada orang-orang mukmin (berupa musibah) berupa malapetaka dan kesengsaraan (maka adalah karena perbuatan tangan kalian sendiri) artinya, sebab dosa-dosa yang telah kalian lakukan sendiri. Diungkapkan bahwa dosa-dosa tersebut dikerjakan oleh tangan mereka, hal ini mengingat, bahwa kebanyakan pekerjaan manusia itu dilakukan oleh tangan (dan Allah memaafkan sebagian besar) dari dosa-dosa tersebut, karena itu Dia tidak membalasnya. Dia Maha Mulia dari menduakalikan pembalasan-Nya di akhirat. Adapun mengenai musibah yang menimpa kepada orang-orang yang tidak berdosa di dunia, dimaksudkan untuk mengangkat derajatnya di akhirat kelak (tafsir jalalayn).


Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu juga mengatakan:
“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

Para ulama salaf pun mengatakan yang serupa dengan perkataan di atas.  Diantaranya adalah Ibnu Qoyyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan,:“Di antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan nikmat dan akibat dosa adalah mendatangkan bencana (musibah). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari seorang hamba adalah karena dosa. Begitu pula datangnya berbagai musibah juga disebabkan oleh dosa.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

Sedangkan Ibnu Rajab Al Hambali  mengatakan: “Tidaklah disandarkan suatu kejelekan (kerusakan) melainkan pada dosa karena semua musibah, itu semua disebabkan karena dosa.” 

Hasil gambar untuk mintalah ampunan kepada allah

Terapi istighfar - Oleh karena itu, khususnya bagi yang sedang merasakan musibah suatu penyakit khususnya penyakit nonmedis seperti serangan sihir ataupun gangguan jin yang lain untuk menjadikan muhassabah diri sendiri ini lebih mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, karena kekhawatiran jangan-jangan sakit yang kita derita ini karena banyaknya bermaksiat kepada Allah SWT.

Jauhnya hati seorang manusia dari cahaya Allah 
disebabkan oleh perbuatan maksiatnya. Dengan kata lain ketika hati seorang jauh daripada Allah berarti hati itu sedang sakit, ketika hati sakit maka jiwanya juga sakit demikian juga badannya.

Diriwayatkan, bahwa ada seorang laki-laki yang mengeluh kepada seorang yang arif tentang kesunyian jiwanya, karen jauhnya kepada sang Khaliq. Sang Arif berpesan, Jika kegersangan hatimu akibat dosa-dosa , maka tinggalkanlah. Dalam hati, tak ada perkara yang lebih pahit daripada kegersangan dosa di atas dosa.

Pelaku maksiat akan senantiasa mengalami kegelapan hati seperti gelapnya malam. Ketaatan itu adalah cahaya sebagaimana sinar matahari, sedangkan kemaksiatan adalah gelap gulita di malam hari. Ibnu Abbas r.a berkata,\: "Sesungguhnya perbuatan baik itu mendatangkan pencerahan pada wajah dan cahaya pada hati, kelapangan rezeki, kekuatan badan, dan kecintaan. Sebaliknya, perbuatan buruk itu mengandung ketidakceriaan pada raut muka, kegelapan di kubur dan di hati, kelemahan badan, susutnya rezeki, dan kebencian makhluk".

Melakukan terapi istighfar, selalu memohon ampunan kepada Allah SWT dengan ikhlas, menghadirkan semua kesalahan yang pernah dilakukan dan bertekad untuk tidak melakukannya lagi adalah sarana yang tepat untuk memperoleh kesembuhan.

Dalam kehidupan beragama, dosa bisa disamakan dengan penyakit dalam pandangan medis. Hal ini disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim: “Maukah Aku tunjukkan kepadamu tentang penyakit-penyakitmu dan obat-obatnya? Sesungguhnya penyakit-penyakitmu itu adalah dosa-dosamu, dan obatnya adalah istighfar (meminta ampun kepada Allah)”. Dengan menyebut dosa sebagai penyakit maka ada kesamaan di antara keduanya. Dosa-dosa yang tidak segera dimintakan ampunan bagaikan penyakit yang tidak segera diobati.

Penyakit yang tidak segera diobati akan menjadi kronis dan melemahkan daya tahan tubuh si penderita. Begitu pula dengan dosa yang tidak segera “diobati” akan merusak daya tahan keimanan dan fisik dari penderita.  Lakukanlah terapi istighfar dalam keseharian, semoga kesembuhan lekas menghampiri anda.


.
Healty Care
Healty Care

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Posting Komentar