Hikmah Bersyukur Bagi Kesehatan dan Kesembuhan

Hikmah bersyukur bagi kesehatan dan kesembuhan
hikmah bersyukur


Tag: Hikmah bersyukur bagi kesehatan dan kesembuhan

Bersyukur kepada Allah SWT dalam segala kondisi adalah ahlak dasar yang mesti dimiliki oleh setiap orang beriman.  Termasuk juga ketika keadaan kita sedang berada dalam kondisi kurang sehat.  Lho kok bukannya kalau sedang diuji dengan sakit mesti banyak bersabar? Ini juga betul.  Maksudnya adalah dalam sanubari dan fikiran kita kita tanamkan ternyata ketika Allah SWT memberikan ujian sakit kepada kita, ternyata masih banyak nikmat Allah yang lainnya yang kita rasakan.

Bagaimana caranya agar bisa merasakah nikmat Allah padahal kita dalam keadaan sakit? 

Yang pertama adalah dengan berusaha melembutkan hati, mengarahkan hati dan kalbu selalu kepada Allah SWT, meyakini pasti ada hikmah dalam setiap keadaan dan kondisi, termasuk sakit yang diderita.  Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ، وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ،

فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ

“sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Apabila Allah mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya, barangsiapa yang ridho (menerimanya) maka Allah akan meridhoinya dan barangsiapa yang murka (menerimanya) maka Allah murka kepadanya.”      HR. At-Tirmidzi no. 2396, dihasankan oleh Al-Imam Al-Albani  

Pahala, cinta dan ridho Allah tentunya  menjadi obsesi yang utama dari orang yang beriman kepada Rabbnya, dan sesungguhnya ini akan melegakkan dan melembutkan hati orang yang beriman ketika sedang mendapatkan ujian termasuk sakit yang dirasakan.

Kemudian yang kedua adalah keyakinan yang mendalam akan adanya pertolongan Allah kepada para hambanya, Allah telah menjanjikan bahwa dalam setiap ujian akan adanya kemudahan yang diberikanNya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,


فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراْْْ, إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً ً

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

Dalam hadist yang lain Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam pernah bersabda,


مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي جَسَدِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ

حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

“Cobaan akan selalu menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada anaknya maupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikitpun.”

Sekali lagi, hapusnya dosa-dosa adalah keinginan yang amat sangat dari para hamba Allah yang benar-benar beriman kepadaNya, sakit yang diderita ataupun ujian lainnya akan dijalani dengan kesabaran dan bahkan ada rasa syukur didalamnya karena pemahannya yang mendalam akan kasih sayang Allah kepadanya.

Dari pengalaman penulis selama ini menerapi orang-orang yang sakit, sikap syukur ini ternyata memberi efek yang besar untuk proses penyembuhan; terwakili oleh sikap, ucapan dan  perbuatan yang bersangkutan.  Misalnya walaupun sedang menderita sakit tapi dari pancaran wajahnya dan ucapannya memberikan gambaran bahwa yang bersangkutan bersabar atas penyakit yang diderita dan sangat bersyukur ketika ada kemajuan sedikit dari proses pengobatannya. Dan ternyata cukup sekali atau dua kali terapi sudah hilang penyakitnya dengan izin Allah.

Berbeda dengan seorang pasien yang lain (mungkin ini sedikit subjektif dari penulis), ketika diterapi selalu mengeluh tentang sakitnya, dan ketika sakitnya sudah berkurang banyak dari sebelumnya seperti tidak ada rasa syukurnya kepada Allah, bahkan ucapan Alhamdulillah tidak keluar sama sekali.  Kedua kaki yang sebelumnya sudah membaik, setelah proses terapi ruqyah kembali lagi rasa sakitnya.  Tentunya kita harus meyakini bahwa kesembuhan adalah hak Allah SWT, akan tetapi rasa syukur, kesabaran dan mendekatkan diri kepadaNya penulis mempunyai keyakinan akan menghantarkan kepada kesembuhan.

Ada keyakinan dari para peruqyah bahwa proses terapi itu 20% dari sisi kami para peruqyah dan sisanya 80% adalah dari pasien dan keluarganya.  Oleh karena itu ketika menginginkan kesembuhanan yang sempurna, ada kondisi-kondisi yang harus dipenuhi oleh pasien dan keluarganya, yaitu:

1. Menjaga selalu kewajiban kepada Allah melalui ibadah-ibadah yang wajib dan menambahnya dengan ibadah-ibadah sunnah.

2.  Berkeyakinan hanya Allah SWT yang menyembuhkan, bukan dokter, tabib, peruqyah atau lainnya.

3.  Oleh karena itu jalan yang ditempuh untuk memperoleh kesembuhan harus sesuai dengan syariat Islam, dilarang untuk pergi ke dukun atau orang pintar lainnya.


Baca : Hati-hati dalam Mencari Kesembuhan, Ikutilah Rambu-rambu Agama

4.  Selalu memulai sesuatu dengan berdoa membaca Bismillah

5.  Selalu berdo'a ketika masuk ke WC atau kamar mandi, karena banyak kasus pasien terkena lagi ketika berada disana karena lupa berdoa.

6.  Mengenakan penutup aurat ketika berada diluar rumah.

7.  Selalu bersyukur atas segala kondisi terutama ketika diberikan kesembuhan.

Inysaa Allah, dengan menunaikan kewajiban kepadaNya, selalu menjaga kedekatan denganNya akan membawa kepada rasa syukur yang mendalam sekaligus meyakini bahwa ternyata ketika kita sakit banyak sekali nikmat Allah yang kita rasakan.  Kita bermohon kesembuhan hanya kepada Allah.  Hasbunallah wani'mal waakil ni'mal maulaa wani'man naashiir.

Wallahu a'lam




Pojokan Jatisari 25/1/18









Healty Care
Healty Care

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Posting Komentar