Sabar Menghadapi Cobaan Hidup dan Ujian Sakit Dalam Islam

sabar menghadapi cobaan hidup dan ujian sakit dalam Islam
sabar menghadapi cobaan hidup

Sabar menghadapi cobaan hidup dan ujian sakit dalam Islam (01/013/18) - Tulisan berikut ini terutama saya tujukan untuk diri saya sendiri dan juga untuk anda semua yang sedang menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan, termasuk ujian karena sakit.  Baik karena sakit biasa maupun sakit karena sihir dan gangguan jin lainnya.

Sabar menghadapi cobaan hidup dan ujian sakit dalam IslamPuji syukur kehadirat Allah yang dengan segala limpahan rahmat-Nya, kita semua dapat berkumpul dan mencari hikmah kehidupan dalam tulisan yang terdapat di blog ini.

Kali ini saya akan membahas perkara Asmaul Husna yang ke-99, yaitu Ash-Shabuur yang berarti Yang Maha Penyabar. Allah mengatakan, “Adakah yang lebih sabar dari Aku?” 
Dalam sebuat riwayat digambarkan bagaimana dialog singkat antara Langit dan Bumi dengan Allah SWT.  Kala itu, Langit berbicara kepada Allah, “Ya Allah, mengapa tidak Kau biarkan aku menurunkan hujan dan petir yang dahsyat agar manusia binasa karena mereka telah ingkat kepada-Mu.”  Sementara itu Bumi menimpali, “Ya Allah, biarkan Aku keluarkan gempa yang dahsyat agar manusia tenggelam bersama kesombongan dan kekufuran mereka.”

Apa yang dikatakan oleh Langit dan Bumi terdengar sangat masuk akal bagi kita, bukan? Lalu Allah sebagai Ash-Shabuur Yang Maha Penyabar menjawab, “Biarlah walaupun mereka tidak menyembah-Ku, mereka lupa kepada-Ku, mereka tidak bersyukur atas nikmat yang Aku berikan kepada mereka. Tetap biarkan mereka hidup dan Aku berikan mereka rezeki agar mereka tahu bahwa tidak ada yang lebih sabar dari Aku.”

Makna Ash-Shabuur:
1. Zat yang tidak menyegerakan siksa
2. Zat yang tidak tergesa-gesa mencabut dalam waktunya
3. Zat yang menanti dan mengiringkan atau mengawal sampai akhir

Sabar dalam Al-Qur’an:
Betapa pentingnya untuk bersabar hingga Allah SWT. memerintahkan untuk bersabar dalam firman suci-Nya dalam Al’Qur’an [QS. 18/Al-Kahfi:28] yang artinya:

“Dan bersabarlah engkau (Muhammad bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.” 

Juga dalam ayat lainnya:
“Maka bersabarlah engkau (Muhammad) dengan kesabaran yang baik.” [QS. 70/Al-Ma’arij: 5]

Dari kedua ayat di atas dapat kita ketahui bahwa Allah SWT. sangat menekankan kesabaran dalam menghadapi berbagai situasi. Dan Allah sangat senang dan menyukai orang-orang yang bersabar baik dalam menghadapi ujian atau mengharapkan suatu pertolongan.
Sabar yang diiringi keikhlasan akan menghasilkan sesuatu yang besar. Kesabaran juga merupakan salah satu ciri orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Sabar bagi Seorang Manusia Terbagi dalam Beberapa Aspek:
1. Sabar menerima musibah
2. Sabar menghadapi musuh
3. Sabar berjamaah (bersama) dalam menghadapi Amir            (pemimpin) yang tidak disukai
4. Sabar pada jabatan dan kedudukan. (Sama halnya ketika ada seorang sahabat bertanya kepada Rasul, kenapa Beliau memberikan sahabat lain kedudukan sementara ia tidak. Maka sahabat yang bertanya seperti itu diperintahkan untuk bersabar.)
5. Sabar dalam kehidupan bermasyarakat
6. Sabar menghadapi kerasnya kehidupan dan kebutuhan ekonomi, karena Allah menjanjikan rezeki bagi setiap Hamba-Nya yang bersabar.

Terkait dengan perintah bersabar termasuk sabar menghadapi cobaan hidup dan ujian sakit dalam Islam, maka kewajiban setiap kita untuk mematuhi perintahNya.  Kita harus meyakini betul bahwa dalam setiap cobaan dan ujian, termasuk ujian sakit, maka pasti ada hikmah didalamnya.  Oleh karena itu bersabarlah dalam menghadapi cobaan hidup ini, termasuk ujian sakit, karena ini merupakan sunatullah kepada orang Islam yang beriman kepada Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.  

Baca : Rahasia dibalik sakit

Motivasi dalam Bersabar
Bukan hanya memerintah, tapi dengan bijaknya, Allah SWT memberikan motivasi atau dorongan bagi hamba-hamba-Nya yang ingin bersabar. Tercantum dalam [QS. 94/Asy-Syarh: 5-6] yang artinya:

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

Bahkan Allah menguatkannya dengan menggandakan firman-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa janji Allah itu pasti. Barang siapa yang mengalami kesulitan dan penderitaan, dan ia bersabar dan terus berusaha memperbaikinya, maka sesungguhnya kemudahan akan datang tepat pada waktunya.  Maka bagi yang ingin dirinya terhindar dari fitnah dan tuduhan semena-mena, dizhalimi, ingin dijauhkan dari kesulitan dan penderitaan, maka jalan terbaik baginya adalah  bersabar.
Artikel terkait : Terapi sehat dengan Istighfar
Allah SWT. sangat sabar menghadapi hamba-Nya yang membangkang dan mengingkari-Nya. Ia tidak menyegerakan azab pedih-Nya, tetapi masih memberikan kesempatan bagi yang ingin memperbaiki kesalahannya. Lantas sangat dianjurkan kita sebagai hamba-Nya yang berusaha meningkatkan iman untuk senantiasa sabar dalam menghadapi segala ujian yang Dia berikan yang semata-mata untuk diri kita sendiri.

Akhirul kalam, mari kita menjadi hamba-hamba Allah yang sabar dalam menghadapi cobaan hidup, yakinlah pasti ada kebaikan didalamnya yang lebih banyak dari cobaan hidup, termasuk ujian rasa sakit yang kita rasakan.  Yakinlah kepada Kasih Sayang Allah kepada para hambaNya.  Dan Dia tidak akan membiarkan kita para hambanya barang sesaat pun.  Semoga Allah menganugerahkan kesabaran kepada kita semua sehingga dapat mengatasi segala persoalan dan cobaan dalam kehidupan ini.  


Wallahu a'lam bisshowab.




Pojokan Jatisari 01/03/18



#Hikmah dibalik sakit #sabar menghadapi cobaan hidup #Ujian sakit dalam  Islam #sabar menghadapi cobaan hidup dan ujian sakit dalam Islam.

Healty Care
Healty Care

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Posting Komentar