Serangan Sihir Dalam Pemilihan Kepala Daerah

Serangan sihir dalam pemilihan kepala daerah
sihir dalam pilkada

Tag: Serangan Sihir Dalam Pemilihan Kepala Daerah

Memasuki Pemilihan Kepala Daerah bulan Juni 2018, para calon Kepala  Daerah telah  mempersiapkan diri. Apalagi sesudah mereka lolos dari segala persyaratan di KPU.  Pertarungan sengit sepertinya bakal terjadi diwilayah-wilayah gemuk dan stratergis seperti di Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Para calon mengaplikasikan seluruh energi dan kekuatan sumber daya yang dimilikinya dalam upaya untuk meraih dan memenangkan simpati dari masyarakat supaya memilih mereka.  Banyak strategi dan trik yang akan diterapkan untuk memenangkan hati masyarakat ini tergantung kepada kreatifitas dan kemampuan masing-masing calon dan tim suksesnya masing-masing.

Tetapi masih ada saja upaya-upaya yang tidak baik yang tetap dijalankan oleh oknum-oknum calon kepala daerah dan tim suksesnya.  Bukan cuma yang kasat mata seperti soal money politic dan sogok menyogok dengan cara menebar uang dan fasilitas kepada pihak-pihak tertentu yang menjadi tokoh atau vote getter di Masyarakat atau juga langsung kepada konstituen, tapi juga disinyalir menggunakan ilmu ghaib yang kental dengan unsur sihirnya.

Di negeri ini memang tak pernah terlepas dari dunia mistik. Walau tak pernah diakui secara jelas dan terang, dunia politik juga diwarnai dengan hal-hal yang beraroma mistik. Karena ini sudah menjadi rahasia yang sudah lazim terjadi ditengah masyarakat. Dari pemilihan kuwu (setingkat kepala kampung) seperti terjadi di Cirebon, pemilihan Lurah, pemilihan Bupati, Walikota dan Gubernur sampai dengan pemilihan presiden masih membawa nuansa mistik.  Ada saja calon atau tim suksesnya yang menggunakan jasa-jasa orang "tidak pintar" untuk memenangkan pemilihan tersebut.

Bagaimana memakai ilmu sihir untuk memenangkan pertarungan dalam sebuah pilkada? Kasus yang paling sering kali terjadi yakni memanfaatkan ilmu sihir seperti santet, teluh, tenung dan guna-guna. Ilmi sihir ini tidak mesti dimiliki oleh calon atau tim sukses, mereka dapat saja membayar seorang dukun piawai untuk mengirimkan sihir semacam santet atau guna-guna untuk menyerang lawan politik dalam pilkada. Kemudian  apa yang dapat terjadi? Ada beberapa kemungkinan: Si pesaing dapat sakit berkepanjangan, tak dapat disembuhkan dalam jangka waktu lama atau sebatas tidak bisa mengikuti pilkada, tergantung kontrak dengan si dukun piawai tadi. Atau bisa juga si lawan politik selalu mendapatkan kesialan selama pertarungan atau membuat wajahnya tidak enak dipandang dan mengundang kebencian banyak orang.

Ada satu cerita ketika seorang kandidat di Pilkada sebuah daerah di propinsi Banten yang bersama tim suksesnya bekerja sangat keras berkampanye dari satu desa ke desa yang lain.  Hasilnya sambutan luar biasa disetiap desa yang dikunjungi.  Sehingga pada satu saat ketika sedang berkampanye si calon dan tim sukesnya mendadak jatuh sakit.  Mereka merasa mual-mual, muntah dan sekujur tubuh terasa ngilu dan sakit.  Ketika diperiksa oleh seorang dokter ahli di rumah sakit tidak ditemukan penyebab penyakitnya.  Akhirnya kandidat kepala daerah ini menyerah dan tidak melanjutkan kampanyenya di daerah itu, dan ketika mereka kembali ke Jakarta, penyakit yang dirasakah lantas hilang begitu saja.

Bahkan ada cerita lain yang mempunyai pengalaman mengikuti pemilihan sebagai seorang kandidat di satu daerah kabupaten di Jawa Barat.  Ketika masa kampanye ada saja kejadian yang menimpanya atau terkena tim suksesnya, entah itu ban kendaraannya yang tiba-tiba meletus, tim suksenya yang tiba-tiba mendapatkan kecelakaan dan adanya suara-suara aneh yang menggelegar dimalam hari diatas rumahnya.  

Kemudian di pagi hari kerap ditemukan benda-benda aneh di halaman rumahnya seperti ada bungkusan kain putih yang didalamnya ada tanah (kuburan) atau benda-benda lainnya yang sering dipakai sebagai media untuk melakukan pekerjaan sihir termasuk santet dan guna-guna.

Umumnya penggunaan sihir yang paling halus adalah penerapan ilmu sihir untuk memberikan wibawa dan kharisma kepada si calon, biasanya dengan memasang susuk diwajahnya.  Atau ada juga yang menerapkan ilmu pengasihan dan penunduk, semacam guna-guna, tujuannya agar masyarakat merasa tunduk, suka dan nyaman dengan si kandidat ini yang pada akhirnya akan memilihnya sebagai pejabat bupati atau walikota.

Lalu bagaimana caranya untuk mengantisipasi serangan sihir ini?Apakah ada suatu metode atau sistem yang efektif untuk mengantisipasi serangan ilmu sihir, termasuk santet, teluh dan guna-guna? Selalu waspada dalam setiap kondisi lapangan adalah salah satu caranya, selalu membaca Bismillah ketika memulai sesuatu, terutama ketika makan dan minum yang disajikan orang lain.  Selalu menunaikan kewajiban kepada Allah adalah benteng yang kokoh terhadap serangan sihir, diantaranya menjaga sholat tepat waktu dan tidak bolong-bolong.


Baca : Cara menangkal santet dan guna-guna

Ada seorang mantan dukun yang memberikan informasi tentang bagaimana mereka para dukun melakukan aktifitas sihir dan santet ini, ketika ada orderan untuk menyantet orang, yang pertama adalah mengirimkan tim intelijen dari kalangan jin untuk mengamati keseharian target sihir, diamati tiap jamnya, hari-harinya dan kemudian ketika dalam pengamatan itu ada pintu terbuka yang bisa dimasuki sihir (jin sebagai eksekutor dan penyakit yang dibawanya, bisa berbentuk benda-benda tajam dan lainnya), maka dukun tinggal bertransaksi dengan sekelompok jin dengan membayarnya (memberikan tumbal) untuk melancarkan sihir kepada target.

Mantan dukun ini juga membuka rahasia kepada kami para peruqyah, bahwa orang yang selalu mendawamkan membaca al Qur'an setiap hari terutama salah satu surat berikut: Seperti surat Al Baqarah, Al Mulk, Al Waqi'ah, Al Kahfi dan Ar Rahman maka jin dzolim pesuruh dukun la'natulloh tidak bisa melancarkan sihirnya, seperti ada aura kokoh yang membentengi tubuh dan rumahnya dari serangan sihir.

Begitulah keadaan yang kerap dijumpai di lapangan ajang pertarungan pilkada yang mesti dihadapai para kandidat. Oleh karena itu para calon kepala daerah ini mesti siap lahir dan batin, bukan cuma "isi tas" dan kapasitas saja yang disiapkan, siap lahir dan batin.  Siap secara materi dan kemampuan kepemimpinan dan sepatutnya siap juga kemungkinan terburuk yang aka terjadi seperti adanya serangan ilmu sihir semacam santet dan guna-guna.

Sekali lagi benteng terkuat adalah kembali kepada Allah SWT, menggantungkan diri sepenuh jiwa dan raga kepadaNya, menjalankan segala perintah dan menjauhi segala yang dilarangNya, insya Allah kita semua akan mendapatkan perlindungan yang tidak bisa ditembus oleh kekuatan jahat dari manapun.

Wallahu a'lam




Pojokan Jatisari, Kota Bekasi 08 Feb 2018

Healty Care
Healty Care

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Posting Komentar