Featured Posts

[Travel][feat1]
IKLAN ANDA 728 X 90

Perangkat-perangkat Dakwah Kepada 40 Tetangga

Januari 13, 2019
Perangkat perangkat dakwah kepada 40 tetangga


Tag: P40tang

Perangkat-perangkat dakwah kepada 40 tetangga

Dakwah (Arab: دعوة‎, da‘wah; "ajakan") adalah kegiatan yang bersifat mengajak, menyeru,  dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da'a yad'u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan.

Berdakwah adalah kewajiban setiap Muslim, Muslim laki-laki ataupun perempuan tentunya dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing.  

Banyak orang yang beranggapan bahwa berdakwah itu adalah kewajiban da’i, ustadz, kyai, habaib atau orang-orang yang faham agama.  Lapangan dakwah juga terbatas pada majelis ta’lim, mimbar-mimbar jum'at, tabligh akbar dan semacamnya.  Orang yang berdakwah akhirnya hanya identik dengan orang yang berceramah. Dengan pandangan ini, seorang muslim yang bukan da’i atau ustadz merasa tidak punya tanggung jawab dalam berdakwah.

Dakwah bukan hanya domain seorang da'i yang kita fahami selama ini, bahkan kita semua adalah da'i-da'i yang menyerukan dan menebar kebaikan ke segala arah, dan tetangga adalah salah satu yang paling utama.

Berdakwah adalah peluang pekerjaan yang paling utama di dunia ini, peluang yang dimiliki oleh kita semua, menyebarkan kebaikan-kebaikan ke segala penjuru, pekerjaan yang diwariskan para Nabi dan Rasul.

Tetangga adalah salah satu objek dakwah yang utama setelah dakwah kepada keluarga.  Islam memberi kedudukan yang istimewa bagi tetangga, karena mereka yang hidup berdampingan dengan kita.


وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُوراً


Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS An-Nisa [4]: 36)

Dan perbuatan baik (ihsan) itu diantaranya adalah menjadikan mereka para tetangga itu beragama dan beribadah dengan lebih baik dari sebelumnya. Dengan dakwah kita para tetangga memiliki kefahaman yang lebih baik dengan agamanya. 


Lalu siapakah yang dimaksud dengan tetangga?

Al-Hafidz Ibn Hajar mengatakan,Kata tetangga mencakup muslim maupun kafir, ahli ibadah maupun ahli maksiat, teman dekat dan bahkan seorang musuh, pendatang maupun penduduk asli, yang suka membantu maupun yang suka merepotkan, yang dekat maupun yang jauh, yang rumahnya berhadapan maupun yang yang bersampingan.”

Al-Hafidz Ibn Hajar juga memberikan keterangan bahwa yang termasuk tetangga adalah lingkup 40 rumah dari segala arah.


عَنْ عَائِشَةَ حَدُّ الْجِوَارِ أَرْبَعُونَ دَارًا مِنْ كُلِّ جَانِبٍ وَعَنِ الْأَوْزَاعِيِّ مِثْلَهُ

Dari Aisyah, batasan tetangga adalah 40 rumah dari segala penjuru, demikian pula pendapat dari Al-Auza’i.

Beliau (Ibn Hajar al Asqalani) juga menyampaikan riwayat lain dalam kitabnya Fathul Bari,

وَأخرج بن وهب عَن يُونُس عَن بن شِهَابٍ: أَرْبَعُونَ دَارًا عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ وَمِنْ خَلْفِهِ وَمِنْ بَيْنَ يَدَيْهِ

Diriwayatkan oleh Ibn Wahb, dari Yunus, dari Ibn Syihab, “Tetangga adalah 40 rumah, ke kanan, kiri, belakang dan depan".


Kemudian persiapan seperti apa yang harus disediakan agar dakwah kepada tetangga menjadi efektif?


Yang pertama, hafalkan, kuasai, renungi dan amalkan apa yang disampaikan oleh as Syahid yang disebutkan dalam 10 rukun:  al Fahmu, al Ikhlas, al 'Amal, al Jihad, at Tadhhiyyah, at Tho'at, ats Tsabat, at Tajarrud, al Ukhuwwah, ats Tsiqoh. 

Yang kedua, as shilatu al mashlahiyatu ad da'wiyah, berusaha mempunyai kemampuan dan membangun komunikasi positif dan bermanfaat dengan para tetangga. Kuasailah teknik-teknik berbicara dalam rangka mempengaruhi kepada arah yang lebih baik.  Berbicara dengan objek dakwah dengan tetangga di kampung-kampung tentunya berbeda dengan tetangga yang berada di perumahan-perumahan yang umumnya adalah para pendatang yang mempunyai wawasan dan pendidikan lebih baik.

Allah berfirman dalam surat ar Rahman:


الرَّحْمَنُ (١) عَلَّمَ الْقُرْآنَ (٢) خَلَقَ الإنْسَانَ (٣) عَلَّمَهُ الْبَيَانَ (٤)

"(Tuhan) yang Maha pemurah, yang telah mengajarkan Al Quran.
Dia menciptakan manusia. mengajarnya pandai berbicara."

Yang ketiga, al ihya al 'aadat al Islamiyyah
, menghidupkan tradisi-tradisi keislaman, diantaranya selalu mengucapkan salam ketika menemui atau bertemu dengan tetangga.  Diantaranya juga mensyiarkan pakaian ataupun penampilan secara Islami ataupun memberikan hadiah, yang walaupun bernilai kecil, niscaya akan melembutkan hati-hati mereka dan akan memudahkan dakwah kita kepada mereka.

Yang keempat, at ta'arufu bil jiraani fardan fardan, mengenal dengan lebih mendalam kondisi tetangga, diantaranya mengenal nama-nama mereka, keluarganya dan juga mengetahui pekerjaannya.  Bagaimana kita bisa berdakwah kepada tetangga kalau kita saja tidak mengenal bahkan nama-nama mereka.

Yang kelima, al isytirak ad da'wi (maaliyan, fikriyan, jasadiyan).  Partisipasi dakwah itu mengerahkan segenap daya yang dimiliki yang merupakan anugerah Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada kita termasuk diantaranya adalah harta, pemikiran dan tenaga yang kita miliki. 

Kalau hari ini kita memiliki tanggung jawab dan kewajiban berdakwah kepada para tetangga dengan mensyiarkan dan mensukseskan P40tang,  maka kelima hal diatas mesti kita persiapkan, dalam rangka mensukseskan kerja-kerja dakwah menebar kebaikan ke segala penjuru diantaranya kepada tetangga-tetangga kita sendiri.

Yang terakhir, dakwah adalah warisan para nabi, orang-orang muttaqin, dan para pejuang Islam, mereka semua adalah pedakwah-pendakwah yang selalu menjadikan pekerjaan ini hidup dan mati mereka, menjadikan aliran-aliran darah mereka yang setiap tetestnya diperuntukan untuk dakwah (Islam).

Oleh karena itu bergembiralah mereka yang sudah berada di jalan ini, karena ini adalah bagian yang tidak bisa dinilai dengan kehidupan dunia ini, bersyukurlah kepada Allah dengan mengerahkan segenap yang ada pada diri untuk selalu mensyiarkan ke Agungan Allah Subhanahu wa Ta'ala.


Wallahu a'lam


Arif
Pojokan Jatisari, kota Bekasi 14 Januari 2019


Tags:
#dakwah Islam
#program P40Tang
#P40Tang






















Perangkat-perangkat Dakwah Kepada 40 Tetangga Perangkat-perangkat Dakwah Kepada 40 Tetangga Reviewed by diruqyahsajadotcom channel on Januari 13, 2019 Rating: 5

Inna Ma'al Usri Yusro Sebagai Pegangan Hidup

Januari 05, 2019


inna ma'al usri yusro
inna ma'al usri yusro


Inna ma'al usri yusro dengan berbagai manfaat yang ada di kandungannya

#Inna ma'al usri yusro - Nasihat ini saya persembahkan untuk diri saya sendiri dan juga kepada mereka:
  • yang sedang diliputi kesulitan dan kesusahan
  • yang sedang menderita sakit, baik diri maupun orang yang disayangi...
  • yang sedang kelaparan karena tidak ada makanan yang dimakan...
  • yang sedang kebingungan mencari jalan keluar atas persoalan yang menyesakkan dada...
  • yang susah tidur di malam hari karena sakit atau karena banyaknya urusan dan persoalan...
  • yang sedang berada di dalam kegelapan yang menghinakan
  • yang sedang susah mencari penghidupan...
  • yang sedang berada di dalam kehampaan...
  • yang kesehariannya dilanda ketidak puasan...
  • yang sedang berada di dalam kesesatan yang menjerumuskan...
  • yang rumah tangganya sedang dilanda ketidak harmonisan...
  • yang sedang gelisah, menangis dan ketakutan....
maka ketahuilah...

#alam nasyrah laka sadrak #inna ma'al usri yusro.... maka ketahuilah, setelah haus ada kepuasan, setelah lapar ada kenyang, dan setelah sakit mendera ada kesembuhan yang menyamankan.

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا


"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan" (al Insyirah: 5)

#Inna ma'al usri yusro - Setiap yang hilang pasti ketemu atau diganti yang semisal atau bahkan lebih baik, setelah kesesatan pasti akan datang petunjuk kepada arah yang benar, dan setelah kegelapan pasti akan datang sinar yang menerangkan.

#Inna ma'al usri yusro - Untuk anda yang sedang didera kesulitan dan kesusahan hidup, lihatlah sumur yang kering....pertanda sebentar lagi akan turun hujan (KH Rahmat Abdullah)

Dan untuk mereka yang rumah tangganya sedang dilanda ketidak harmonisan, maka kabarkanlah bahwa sebentar lagi akan datang kelembutan dan dekapan hangat dalam kenikmatan hidup.
#Inna ma'al usri yusro - Disaat kita mendaki gunung yang terjal nan tinggi, ketahuilah setelahnya adalah jalan turun (keluar) yang meringankan kehidupan.  Dan disaat melihat hamparan padang pasir nan luas tiada batas maka ketahuilah di balik itu terdapat kebun-kebun yang rimbun yang menyejukkan dan buah-buahan segar yang menyenangkan.

#Inna ma'al usri yusro - Setiap tangisan akan berubah menjadi senyuman, ketakutan akan berakhir dengan rasa aman dan kegelisahan akan hilang oleh kedamaian.

Dan ketika kita melewati itu semua kita akan terucap alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang mengatur semuanya menjadi demikian indah...semuanya sangat terasa ringan...Maha Besar Allah yang telah menolong para hamba-Nya yang berupaya mendekat kepada-Nya.

Kobaran api tidak mampu membakar tubuh suci Ibrahim AS dan itu karena pertolongan Ilahiah.


قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ



Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim", (al Anbiya: 69)


#Alam nasyrah laka shadrak - 
Lautan luas dan pasukan buas tak mampu menghancurkan Musa dan rombongannya yang terjepit...lantaran kasih sayang Allah yang menyertai Nabi Musa dan pengikutnya.



قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ

Musa menjawab: "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku".(Asy-Syu'ara: 62)

Keyakinan Musa sangat kuat akan pertolongan Tuhannya, dengan keyakinan bahwa Allah beserta dengan mereka.

#Inna ma'al usri yusro - Demikian juga dengan kebersamaan Allah menyertai Rasulullah Muhammad SAW dan Abu Bakar yang dikejar rombongan durjana di dalam sebuah gua.  Ketika detak jantung hampir melewat tenggorokan Abu Bakar, maka Rasulullah menenangkannya dengan mengabarkan bahwa Allah Yang Maha Tunggal dan Maha Tinggi ada bersama mereka.  Sehingga yang terjadi kemudian adalah ketenangan, ketentraman dan rasa aman datang menyelimuti Abu Bakar.

Inna ma'al usri yusro...

#Inna ma'al usri yusro - Untuk mereka yang sedang mengalami kesulitan dan kesusahan hidup, sakit yang berkepanjangan, maka ketahuilah itu adalah sunnatullah dalam kehidupan.  Sesuatu yang harus dan mesti dilewati ketika kita menapaki setiap sisi umur yang Allah berikan.
Dan itu namanya cobaan dan ujian.

Masalahnya adalah..
Apakah kita bisa memperkokoh ibadah dan bertambah taqarrub kita kepada Sang Pemilik Alam? Atau malah keadaan itu menjadikan kita kehilangan kemudi iman?

#Alam nasyrah laka shadrak - Lalu dengan dalih kesulitan dan kesusahan hidup dijadikan sebagai sarana untuk semakin jauh dari Allah dengan merusak iman dan akhlaknya.  Memberikan peluang sepenuh-penuhnya kepada setan agar mendominasi akal dan pikirannya, lalu kemudian membuat angkara murka dan kejahatan yang bertentangan dengan keimanan dan ketaatan?

Saya sendiri pernah bertemu dengan seseorang yang berhenti berpuasa ramadhan karena kesal harta miliknya dicuri orang, dan itu dikatakannya dengan terus terang.  Astaghfirullah.

Allah Maha Tahu tentang diri orang yang semua berada di dalam genggaman dan pemeliharaan-Nya.  Allah tidak akan merusak hamba-hamba-Nya yang tidak kuat memikul beban dunia, tapi merekalah yang merusak dan menjerumuskan diri mereka sendiri.

#Inna ma'al usri yusro - Adalah suatu amalan yang utama, apabila kita memahami benar setiap pemberian ataupun sesuatu yang diambil atau ditahan oleh Allah SWT.  Menerima semua itu dengan ridha dan penuh ketaatan.  Terus meniti jalan kehidupan ini dengan me-matching-kan apa yang Allah kehendaki dengan apa yang kita ingini.  Dengan demikian hidup akan menjadi lebih indah dalam segala situasi.

#Alam nasyrah laka shadrakMereka yang terpaku pada kondisi dan waktu yang terbatas akan melihat semuanya adalah susah, sulit, sakit dan sengsara.  Lihatlah dibelakang tabir, cobalah gali semua kemungkinan hikmah yang ada dalam segala kondisi itu dengan pegangan Allah Maha Kasih kepada hamba-NYa.


Kemudian rentangkanlah waktu yang lebih jauh dari yang terlihat saat ini, lihatlah di ujung sana....dan kita sedang menuju kesana...dimana di tempat itu kita bertemu dengan Allah Jalla Jalaaluh.  Tempat dimana segala kesulitan dan kesusahan akan hilang tanpa bekas, tidak ada persoalan dan beban lagi sesudahnya, yang ada hanya kenikmatan tiada batas....bahkan ketika ditanya...orang yang paling menderita di dunia ini akan hilang ingatannya dan tiada bekas sama sekali akan penderitaannya itu.  Maha Besar Allah.


Sekali lagi nasihat ini dipersembahkan untuk kita semua, agar jangan pernah merasa terhimpit walau sejengkalpun, karena setiap keadaan pasti ada perubahannya.  Dan sebaik-baik amal adalah menanti kemudahan-kemudahan yang Allah sediakan dengan penuh kesabaran.

Dan kita yakin Allah menciptakan suatu kondisi yang baru yang lebih nyaman untuk kita nikmati setelahnya, dengan makin taqarrub kepada-Nya.  Dan kita yakin pula setelah kesulitan akan muncul kemudahan, #inna ma'al usri yusro.

Kalimat "inna ma'al usri yusro" yang mempunyai arti "bahwa sesungguhnya bersama dengan kesulitan ada kemudahan" merupakan salah satu ayat dalam surat al Insyirah.

Surat Al Insyirah sendiri adalah salah satu surat pendek diantara 114 surat yang ada di dalam Al Quran,  Penamaan surat Al Insyirah diambil dari bunyi ayat pertamanya yakni kalimat Alam Nasyrah, dan kalimat tersebut menjadi nama lain dari surat Al Insyirah ini. 

Dan dapat diambil sebuah kesimpulan bahwasannya isi kandungan surat Al Insyirah ini adalah penghibur hari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan juga bagi kita ummat Muhammad yang ada sekarang ini.

Adapun isi pokok dan kandungan dari surat Alam Nasyrah bisa dilihat dibawah ini:


  • Dalam surat Al Insyirah atau surat Alam Nasyrah terdapat kandungan yang menegaskan seputar nikmat-nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan pada Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi Wa Sallam. Sehingga sangat wajar jika surah ini menjadi surat yang menghibur hati Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam.
  • Dalam surat ini terdapat kalimat ” bahwa sesungguhnya di balik setiap kesusahan pasti ada ada kemudahan” . Dan untuk itu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam diperintahkan agar senantiasa mengerjakan amal-amal saleh serta bertawakal pada Allah Ta’ala.
  • Disebutkan juga dalam surat ini bahwasannya Allah Azza Wa Jalla menurunkan perintah-perintah yang di tujukan untuk Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam sebagai manusia sempurna.
  • Adapun surat lain yang masih ada kaitannya dengan Surat Alam-Nasyrah adalah Surat At-Tiin. Apabila di dalam surat Alam-Nasyrah terdapat perintah untuk Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wa Sallam sebagai manusia sempurna, maka di dalam Surat At-Tiin terdapat penjelasan bahwasannya manusia memiliki kesanggupan secara lahir serta batin yang akan tercapai jika mereka mengikuti Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam.



Wallahu a'lam
Arif/Terapi Ruqyah Rumah Sehat


Pojokan Jatisari 5 Januari 2019

Maraji' :
www.diruqyahsaja.com
Tafsir al Qur'an Online
La Tahzan - Dr. Aidh al Qarni
Syarah al Hikam ibnu Ataillah- Syeikh Muhammad bin Ibrahim Ibnu 'Ibad


Tag:

#alam nasroh
#al insyirah
#setelah kesulitan ada kemudahan
#inna ma'al usri yusro
#alam nasyrah laka shadrak


















Inna Ma'al Usri Yusro Sebagai Pegangan Hidup Inna Ma'al Usri Yusro Sebagai Pegangan Hidup Reviewed by diruqyahsajadotcom channel on Januari 05, 2019 Rating: 5

Terapi Penyembuhan Homoseksual Dengan Ruqyah

Desember 31, 2018
Penyembuhan homoseksual dengan ruqyah


Penyembuhan homoseksual dengan ruqyah

#Terapi penyembuhan homoseksual dengan ruqyah - Hari Rabu siang itu, ketika saya sedang melakukan aktifitas ringan dirumah, masuklah pesan whatsapp yang menurut saya cukup luar biasa. Kenapa demikian? Karena biasanya yang minta tolong diterapi ruqyah adalah orang-orang yang keluarganya terkena gangguan jin seperti kesurupan, terkena guna-guna, santet, kena pelet dan sihir lainnya.  Akan tetapi ini berbeda, ada seseorang yang mengaku penyuka sesama jenis dan ingin melepaskan diri dari kebiasaan dan penyakitnya ini.
"Assalamu'alaikum pak Ustadz.  Apa penyakit menyukai sesama jenis bisa diruqyah pak? Terimakasih  pak Ustadz"
Begitulah tulisan awal dari whatsapp yang masuk ke HP saya siang itu. "Wa'alaikumussalam...insyaa Allah bisa, maaf dengan siapa ini?" Saya menjawab chat whatsappnya dan coba meyakinkan yang bersangkutan diawal sekali bahwa penyakit menyukai sesama jenis yang dideritanya (LGBT) inysaa Allah bisa disembuhkan.  

"Dengan taubat yang sesungguhnya dan dengan izin Allah" saya menambahkan. "Iya pak insyaa Allah...saya ingin sekali sembuh dari penyakit ini", sebut saja namanya Dedi, kelihatan kesungguhannya untuk sembuh dari penyakit kaum sodom ini.  

Akhirnya kami sepakat mas Dedi datang kerumah saya untuk terapi ruqyah pada hari sabtu, tiga hari setelah komunikasi whatsapp ini.

Pada waktu yang disepakati, hari Sabtu sore, sengaja saya atur agar tidak berbarengan dengan pasien lain.  Mas Dedi datang sendiri, tidak ada keluarga atau teman yang menemani.  Menurut mas Dedi tidak ada seorangpun dari keluarganya yang mengetahui penyakit yang telah diderita selama bertahun-tahun ini.  

Melihat penampilan mas Dedi, orang tentunya tidak menyangka bahwa dia seorang LGBT; laki-laki berpenampilan rapi layaknya orang kantoran, bertubuh tegap atletis dengan sisiran rambut kelimis dan mempunyai tutur kata yang sopan.  

"Gimana mas? Susah cari rumah saya?" Saya coba berbasa-basi memulai pembicaraan.  "Bisa diceritakan bagaimana awal mula kok bisa mempunyai keinginan terhadap sesama jenis?" Selidik saya sedikit penasaran.   

Mas Dedi tidak tahu persis penyebab dia menyukai sesama jenis, dia merasakan bahwa dari kecil sudah punya perasaan suka dengan sesama lelaki.  Kemudian memang dari kecil sangat dekat dengan ayahnya dan dimanjakan.  Perasaan ini terbawa hingga usia dewasa, senang berada dekat dengan laki-laki lain.
Ruqyah homoseksual

"Apakah pernah mempelajari ilmu-ilmu kebatinan?" saya mulai bertanya dengan pertanyaan standar untuk menggali kemungkinan penyebab hadirnya bangsa jin dalam tubuh. "Atau ada keluarga atau leluhur yang mempunyai kesaktian, ilmu pengobatan alternatif ataupun memiliki benda-benda pusaka yang dirawat?" Saya melanjutkan.  

"Gak pernah belajar ilmu macam-macam pak ustadz, kalau masalah leluhur saya gak paham", jawab mas Dedi.  Tidak banyak yang bisa digali dari sisi ini untuk mendapatkan kejelasan penyebab penyakit yang dideritanya.

Dan memang benar ternyata setelah baru saja dibacakan ayat-ayat standar ruqyah, badan mas Dedi sudah mulai goyang-goyang tanda jin yang didalam badan sudah kena pengaruh dahsyatnya al-Qur'an yang dibacakan.

Makin lama dibacakan ayat ruqyah makin menjadi gerakan badan mas Dedi makin tidak karuan, saya pegang lehernya dengan niat mencekik jin yang ada didalam badan.

Sampai kemudian keluar suara aneh dari mulut mas Dedi: "Ampuun,,,,ampuunn,,,ammpuuuuun".  Kata "ampun" sebenarnya lumrah saja karena biasanya jin kalau sudah terdesak kadang bicaranya seperti itu.  Tetapi yang bikin aneh adalah suara yang keluar sangat mirip suara perempuan, suara perempuan keluar dari mulut laki-laki dengan penampilan gagah seperti mas Dedi.

Dugaan saya mas Dedi ini kemasukan jin perempuan yang entah dari mana dan sangat mempengaruhi mental dan jiwanya.  Bahkan kehidupan mas Dedi berubah 180 derajat kearah kehidupan yang sangat dimurkai Allah SWT. 


Tentunya kita tidak bisa menyalahkan setan secara total yang menjerumuskan kita ke lembah kemaksiatan, karena manusia juga diberikan kekuatan untuk menolak setiap godaan setan.  Namun karena lemahnya keimanan kepada Allahlah yang mendominasi seseorang jatuh ke kubangan dosa, termasuk pelaku dosa besar seperti homoseksual, na'udzubillah min dzaalik


Singkat kisah, setelah mas Dedi diterapi ruqyah, jin-jin yang mayoritas bersuara perempuan banyak keluar ditandai dengan muntah-muntah yang hebat, maka kesegaran mulai kelihatan di wajah mas Dedi yang sebelumnya terlihat agak kusam dan sura .


Walaupun badan terasa lemas sebagai tanda masih ada jin yang bersarang dalam badannya, namun mas Dedi mengatakan bahwa badannya terasa jauh lebih ringan.


Dan dia juga mengatakan bahwa semangat hidup normal sudah mulai kembali dalam dirinya, tentunya sesuatu yang saya dan kita semua bersyukur kepada Allah SWT.



Mudah-mudah mas Dedi dan Dedi Dedi lainnya yang terjerumus ke dalam lembah homoseksualitas dan LGBT bisa disembuhkan, syaratnya adalah bertaubat kepada Allah SWT dengan taubat nasuha.



Bagi yang menginginkan konsultasi lebih lanjut bisa menghubungi Terapi Ruqyah Rumah Sehat:





Wallahu a'lam





Pojokan Jatisari 01/01/2019






#terapi penyembuhan homoseksual
#ruqyah homoseksual
#hukum lgbt menurut Islam



















Mudah-mudahan kisah ini menginspirasi banyak orang, terutama yang mempunyai kecenderungan penyakit yang sama yaitu menyukai sesama jenis, bahwa ketika melakukan taubatan nasuha dan berkeinginan untuk sembuh maka dengan izin Allah, akan diberikan jalan menuju kesembuhan olehNya.  
Terapi Penyembuhan Homoseksual Dengan Ruqyah Terapi Penyembuhan Homoseksual Dengan Ruqyah Reviewed by diruqyahsajadotcom channel on Desember 31, 2018 Rating: 5

Allah SWT Menguji HambaNya Dengan Penyakit

Desember 31, 2018
Allah menguji hambanya dengan penyakit


Penyakit adalah ujian

Allah menguji hambanya dengan penyakit - Sebelum berbicara tentang bagaimana seorang mukmin bersikap saat sakit atau sedang mengalami suatu musibah, penting untuk memahami apa yang diajarkan Islam tentang kehidupan dunia ini. 

Keberadaan kita di bumi ini hanyalah perhentian sementara, atau tempat istirahat sejenak dalam perjalanan menuju kehidupan sesungguhnya kita di akhirat nanti. Surga atau Neraka akan menjadi tempat tinggal permanen kita. Dunia ini adalah tempat uji coba. Allah SWT menciptakannya untuk kita, untuk kenikmatan hidup, tetapi itu adalah tempat lebih dari sekadar kesenangan duniawi. 

Di sinilah kita memenuhi tujuan sejati kita; kita menjalani hidup kita berdasarkan pada pengabdian kepada Allah SWT.  Kita bisa tertawa, kita bisa merasakan kenikmatan tinggal di dunia ini, tetapi disisi lain kita juga bisa menangis dan merasakan sakit dan kesedihan. 



Semua itu kita jalani dengan syukur dan sabar dan bersyukur dan berharap untuk karunia abadi yaitu surga-Nya. Kita takut akan siksaan abadi dan tahu dengan pasti bahwa Allah SWT adalah sumber dari semua belas kasihan dan semua pengampunan.


وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ


64. "Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui"

Allah SWT tidak menciptakan kita dan kemudian meninggalkan dan membiarkan kita sendirian untuk kesenangan maupun ujian hidup; melainkan Dia mengutus Rasul dan Nabi untuk mengajar kita dan Kitab wahyu untuk membimbing kita dalam menjalani hidup dengan sebaik-baiknya.

Dia juga memberi kita Rahmat dan Karunia-Nya yang tak terhitung jumlahnya. Dan pada setiapnya membuat hidup indah dan nyaman. Jika kita berhenti sejenak dan merenungkan keberadaan kita, karunia dan pemberian-Nya menjadi jelas. 


وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan jika kamu menghitung-hitung, nikmatilah Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan setuju. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang . ”(QS. An Nahl: 18).

Silahkan amati hujan yang turun dari atas awan, rasakan pancaran lembut sinar matahari pada kulit, sentuh dada kita dan rasakan detak jantung yang berdetak teratatur. Ini adalah berkah dan karunia dari Rabb yang Maha Pemberi dan kita harus berterima kasih dan bersyukur pada-Nya, bersamaan juga dengan karunia atas rumah yang kita tinggali, anak istri, dan kesehatan kita.

Namun Allah SWT memberi tahu kita, bahwa kita akan diuji,


وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ


"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar" (Quran 2: 155)

Allah telah menganugerahkan kepada kita untuk kesanggupan menanggung cobaan dan kesengsaraan dan melaluinya dengan sabar.  Namun, ini sulit tanpa memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini terjadi atas izin Allah. 

Tidak ada daun jatuh dari pohon tanpa izin Allah SWT, di pelosok manapun di dunia ini. Tidak ada bisnis yang hancur, tidak ada mobil yang mogok, tidak ada pernikahan yang berakhir tanpa izin-Nya. 

Tidak ada penyakit atau sihir dan santet yang mengenai manusia tanpa seizin Allah. Dia memiliki kuasa atas semua hal. Allah melakukan apa yang Dia lakukan untuk alasan yang kadang-kadang di luar pemahaman kita dan untuk alasan yang mungkin atau mungkin tidak jelas. 

Namun Tuhan, dalam kebijaksanaan dan belas kasihan-Nya yang tak terbatas hanya menginginkan yang terbaik bagi kita. Pada akhirnya, yang terbaik bagi kita adalah kehidupan abadi di tempat kebahagiaan abadi, yaitu Syurga Firdaus.


يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُقِيمٌ


"Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari pada-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal" (Quran 9:21)

Dalam menghadapi setiap cobaan, seorang mukmin harus yakin bahwa Allah tidak memerintahkan apa pun baginya kecuali hal yang baik. Tidak melarang kecuali untuk kebaikan hamba-Nya.  Kebaikan mungkin ada di antara kesenangan dunia ini atau diberikan nanti di akhirat. 

Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)

Allah SWT ketika menguji kita dengan cobaan dan kesengsaraan hidup, dan jika kita sabar menanggungnya, kita akan mendapatkan pahala yang besar. 

Melalui perubahan keadaan dan kondisi di masa-masa ujian itu Allah menguji tingkat keimanan kita, diantaranya Dia menguji hambaNa dengan penyakit yang diderita; memastikan kemampuan kita untuk bersabar dan menghapus sebagian dari dosa-dosa kita. Dia yang Maha Pengasih mengenal kita lebih baik daripada kita mengenal diri kita sendiri. 

Kita tidak akan mencapai Syurga Firdaus tanpa Rahmat dan kasih sayang-Nya yang semua itu harus dilalui dalam ujian dan pencobaan dalam kehidupan ini.

Kehidupan dunia ini hanyalah tipuan. Hal yang paling menguntungkan bagi kita adalah perbuatan baik yang bisa kita lakukan. Keluarga adalah ujian, karena Allah menginformasikan dalam al Qur'an bahwa mereka dapat menyesatkan kita, tetapi dalam waktu bersamaan mereka dapat menuntun kita ke Firdaus. 

Allah SWT menginformasikan kepada kita hal tersebut dalam Al Qur'an surah al-Munaafiqun ayat ke 9:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ


"Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi".


Harta dan kekayaan adalah cobaan; menginginkannya dapat membuat kita serakah dan pelit bin kikir bin bakhil, tetapi membagikannya dan menggunakannya untuk memberi manfaat kepada mereka yang membutuhkan dapat membawa kita lebih dekat kepada Allah SWT. 



Kesehatan juga merupakan cobaan. Kesehatan yang baik dapat membuat kita merasa tak terkalahkan dan tidak membutuhkan Tuhan, tetapi kesehatan yang buruk memiliki caranya sendiri untuk merendahkan kita dan memaksa kita untuk bergantung pada Rabb sekalian alam.   

Apa yang terjadi jika kesenangan hidup ini tiba-tiba menjadi penderitaan? Bagaimana seharusnya seseorang berperilaku ketika terkena penyakit atau cedera? Tentu saja, kita menerima nasib kita dan berusaha menanggung rasa sakit, kesedihan, atau penderitaan dengan sabar karena kita tahu dengan pasti bahwa dari Tuhan ini akan menghasilkan banyak kebaikan. 

Rasulullah bersabda: "Tidak ada kemalangan atau penyakit menimpa seorang Muslim, tidak ada kekhawatiran atau kesedihan atau bahaya atau kesusahan - bahkan duri yang menusuknya - tetapi Allah akan menebus sebagian dosanya karena itu."  

Namun, kita adalah mahluk yang tidak sempurna. Kita dapat membaca hadist ini, kita bahkan dapat merenungi isi dan maksudnya, tetapi memperlakukannya dalam kehidupan  terkadang sangat sulit. 

Adalah jauh lebih mudah untuk meratapi dan menangisi situasi penderitaan kita, tetapi Allah yang Maha Penyayang telah memberi kita pedoman yang jelas dan menjanjikan kita dua hal, jika kita menyembah Dia dan mengikuti bimbingan-Nya kita akan diberikan balasan yang besar dengan Syurga Firdaus dan bahwa setelah kesulitan datang kemudahan.

"Sesungguhnya, dengan kesulitan, ada kemudahan." (Al-Quran 94: 5)

Seorang mukmin wajib menjaga tubuh dan pikirannya, oleh karena itu berusaha mempertahankan kesehatan yang baik sangat penting. Namun, ketika terserang penyakit atau cedera, sangat penting untuk mengikuti bimbingan Tuhan.  Jangan sembarangan dalam mencari kesembuhan, jangan asal sembuh tapi dengan mensekutukan Allah SWT seperti berobat ke orang pinter dan paranormal.


Seorang mukmin harus mencari bantuan ahli medis atau penyembuhan dengan  melakukan segala yang dia bisa untuk menyembuhkan penyakit yang diderita, tetapi pada saat yang sama dia harus mencari bantuan melalui doa, bacaan dari ayat-ayat al Qur'an, pengingatan akan Allah dan tindakan ibadah. Islam adalah cara hidup holistik, baik kesehatan fisik, mental dan spiritual berjalan beriringan. 

Allah SWT memberikan kita ganjaran dengan kehidupan abadi dan jika rasa sakit dan penderitaan datang bisa menghantarkan kita kepada Syurga Firdaus, maka kesehatan dan cedera adalah berkah. 

Nabi Muhammad berkata, "Jika Tuhan ingin berbuat baik kepada seseorang, Dia menimpanya dengan cobaan."  Dan ujian itu bisa berupa penyakit yang menjangkiti badan seperti serangan sihir dan santet.

Ketika penyakit menyerang, tindakan terbaik adalah bersabar dan bersyukur kepada Allah termasuk dalam kondisi seperti ini, berusaha menjadi lebih dekat dengan-Nya dan mencari bantuan ahli medis dan selalu berdoa kepadaNya disamping juga mengingat karunia-karunia yang telah Dia berikan kepada kita.

Bagi yang memerlukan penjelasan dan konsultasi lebih lanjut mengenai pengobatan ruqyah dengan al Qur'an bisa menghubungi Terapi Ruqyah Rumah Sehat.


Wallahu a'lam


Pojokan Jatisari 31/12/2018
Terapi Ruqyah Rumah Sehat




Allah SWT Menguji HambaNya Dengan Penyakit Allah SWT Menguji HambaNya Dengan Penyakit Reviewed by diruqyahsajadotcom channel on Desember 31, 2018 Rating: 5

Berobat dengan al-Qur;an

Desember 28, 2018
Berobat dengan al Qur'an
berobat dengan al Qur'an


Berobat dengan al-Qur'an - Yang pertama, kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan al Qur'an sebagai salah satu manfaatnya sebagai obat.  Obat segala jenis penyakit: Penyakit hati dan spiritual ataupun juga penyakit jasmani dan gangguan jin.

Yang kedua yang harus kita yakini benar adalah apa yang disebutkan tentang "penyakit apa pun yang diciptakan Allah, Dia menciptakan obat untuk itu" adalah sebenarnya. Namun kita mengetahui fakta dasar ini bukan dari Al-Quran, tetapi dari Hadist Nabi Muhammad SAW.

Hebatnya, meskipun Nabi (saw) hidup di salah satu negara termiskin 14 abad yang lalu, ia dibimbing oleh Allah untuk mengajar umat Islam dan seluruh dunia sejak saat itu “Tidak ada penyakit yang diciptakan Allah, kecuali bahwa Dia juga telah menciptakan obatnya. " (Al-Bukhari)

Baca juga:


    Pada saat itu, ketika perawatan dengan sihir dan sejenisnya tersebar luas di seluruh dunia, pernyataan seperti itu oleh Nabi merupakan lompatan besar ke depan dalam pengetahuan manusia; lompatan yang hanya bisa berasal dari Allah SWT yang Maha Tahu. Bimbingan Nabi lebih lanjut mengilhami umat Islam untuk mencari dan menemukan obat-obatan yang efektif, ketika dia berkata, dalam narasi yang lebih lengkap tentang hadits :


    Allah tidak pernah menciptakan penyakit tetapi menciptakan pengobatannya, yang diketahui oleh beberapa orang dan tidak diketahui orang lain, kecuali kematian. (At-Tabarani)

    Maka tidak mengherankan bahwa para ilmuwan Muslim awal, selama abad ketiga dan keempat Islam, meletakkan dasar-dasar farmakologi modern. Penelitian dan tulisan-tulisan mereka adalah sumber utama untuk Pencerahan Eropa jauh kemudian.

    Jika suatu penyakit dianggap tidak dapat disembuhkan pada satu titik sejarah, ini tidak berarti bahwa penelitian ilmiah dan pengalaman yang terkumpul tidak akan, suatu hari, menemukan pengobatan; contohnya adalah AIDS adalah penyakit, dan kita harus memikirkannya.

    Tidak ada ramalan khusus tentang AIDS dalam Al-Quran. Namun, Allah telah berulang kali memperingatkan negara mana pun yang terlibat dalam sodomi dan penyimpangan seksual dari menghadapi nasib yang sama dengan nasib kaum Nabi Luth. Sebagai contoh, kita membaca dalam Al-Quran :


    وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ


    80. Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?"

    Kemudian Allah SWT menjelaskan apa perbuatan faahisyah yang kaum Luth lakukan,

    إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرُفُونَ


    81. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu, bukan untuk wanita, sebaliknya kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.

    Yaitu suatu perbuatan durjana dan kemaksiatan yang besar dan belum pernah dilakukan siapapun sebelum mereka.

    Ketika Luth menegur dan menasihati kaumnya agar meninggalkan perbuatan durjana tersebut malah dicaci dan dicemooh dan bahkan hendak diusir oleh kaumnya:


    وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ


    82. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri".

    Oleh karena kemaksiatan mereka sudah demikian besarnya maka Allah juga menimpakan kepada kaum Nabi Luth ini suatu azab di dunia yang belum pernah ditimpakkan kepada ummat sebelumnya yaitu hujan batu yang dijatuhkan kepada mereka.


    وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ


    84. Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.

    Faktor penyembuhan utama bagi banyak penyakit adalah kekebalan alami yang diciptakan Allah dalam sistem tubuh kita. Penyembuhan banyak orang yang terinfeksi virus dicapai melalui antibodi yang merupakan sumber utama dari "pengobatan untuk setiap penyakit".  Oleh karena itu memperbaiki dan memperkuat kekebalan tubuh adalah sarana untuk mencegah datangnya penyakit.

    Baca juga:


    Namun, umat Islam diminta untuk mencari pengobatan dari para ahli, seperti dalam hadits berikut :


    "Allah telah menurunkan penyakit dan obatnya, dan Dia telah menunjuk obat untuk setiap penyakit, jadi rawatlah dirimu secara medis, tetapi jangan gunakan yang melanggar syariat." (Abu Dawud)

    Sekali lagi, ini adalah saran yang progresif yang luar biasa 14 abad yang lalu yang hanya bisa datang dari bimbingan Ilahiah. Reaksi Muslim awal yang terkejut digambarkan oleh narasi berikut:

    Pada zaman Nabi Muhammad, seorang pria jatuh sakit. Nabi berkata, "Panggil tabib suku ini untuknya." (Ahmad)

    Suatu ketika Nabi Muhammad mengunjungi seorang yang sakit. Dia berkata, "Panggil dokter untuknya." Salah satu pelayan berkata, "Bahkan Anda mengatakan ini, Nabi Allah?" Nabi Muhammad menjawab, "Ya." (Al-Bukhari)

    Namun, sebagai tindakan pencegahan untuk mengurangi kemungkinan infeksi, Nabi Muhammad memperingatkan umat Islam agar tidak bergaul dengan orang sakit:

    "Orang yang sakit tidak boleh dibawa ke orang yang sehat." (Al-Bukhari)

    Juga, Nabi Muhammad memerintahkan umat Islam untuk mengisolasi mereka yang memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sehingga orang-orang yang memiliki kekebalan lemah tidak akan terinfeksi:

    "Lari dari kusta seolah-olah Anda melarikan diri dari singa." (Al-Bukhari)

    Karantina adalah alat pengobatan pencegahan yang tidak diketahui umat manusia sampai abad terakhir. Namun, itu adalah salah satu praktik yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, yang diwahyukan kepadanya oleh Allah, Yang Maha Tinggi dan Maha Kuasa, untuk mencegah penyebaran wabah.      

    Dalam hal ini, pertanyaan yang sering diajukan adalah apakah Quran dan ruqyah (kata-kata pelindung dari Quran dan Sunnah ) dapat membantu dalam perawatan. Ya, mereka membantu sebagaimana Allah SWT berfirman dalam al Qur'an:


    وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا


    82. Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.

    Islam mengajarkan kita banyak hal yang berguna di bidang penyembuhan penyakit. Seseorang harus mengingat pertama bahwa Allahlah yang memiliki kekuatan menyembuhkan semua orang; tidak ada yang memiliki kekuatan ini selain Dia. Selain itu, Nabi mendesak kita untuk membaca beberapa doa-doa jika seseorang menjadi korban penyakit. 

    Dari Khaulah binti Hakim, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang singgah di sebuah tempat kemudian ia mengatakan,


    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

    "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang diciptakan-Nya, niscaya tidak akan ada yang memudharatkannya” (HR. Tirmidzi: 3437, dan An Nasai: 5433)

    `A'ishah (semoga Allah meridhoinya) berkata, "Ketika seorang anggota keluarga Nabi jatuh sakit, Nabi akan meniup tubuhnya dengan membaca dua surah pelindung (Al-Falaq dan An-Nas, 113 dan 114) masing-masing) dan akan menggosoknya dengan tangannya. " (Muslim)

    Juga disebuthkan bahwa Nabi menyetujui beberapa sahabatnya yang membaca Surat Al-Fatihah sebagai ruqyah untuk menyembuhkan seorang lelaki yang disengat kalajengking.Apakah Quran Obat untuk Segala Penyakit

    Kita dapat menggunakan Alquran sebagai ruqyah dengan membacanya dan meniup diri kita sendiri atau orang-orang yang menderita: Nabi biasa membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas ke tangannya yang ditangkupkan, meniup tangannya, dan kemudian usap tubuhnya. (Muslim)

    Oleh karena itu kita sebagai ummat Nabi Muhammad SAW mengikuti sunnah beliau adalah suatu kewajiban diantaranya melakukan pengobatan dengan al Qur'an sebagai salah satu solusi kesehatan masyarakat.  

    Kalau ada yang mau dikonsultasikan sehubungan dengan penyembuhan dengan al Qur'an silahkan kontak no WA berikut:


    Wallahu a'lam


    Pojokan Jatisari 28/12/2018
    Terapi Ruqyah Rumah Sehat

    Maraji' : tafsirq



Berobat dengan al-Qur;an Berobat dengan al-Qur;an Reviewed by diruqyahsajadotcom channel on Desember 28, 2018 Rating: 5

Pengobatan Ruqyah untuk Segala Penyakit Dengan Al-Qur'an

Desember 13, 2018
Pengobatan ruqyah untuk segala penyakit


Tag: Pengobatan ruqyah untuk segala penyakit dengan al-Qur'an

Apa itu pengobatan ruqyah ?

Ruqyah secara umum adalah mantra atau jampi-jampi yang dibacakan terhadap orang yang sakit untuk menghilangkan penyakitnya.

Ruqyah dibagi menjadi 2 bagian:

  1. Ruqyah syar'iyyah yaitu mantra atau jampi-jampi yang berasal dari al-Qur'an atau do'a-do'a yang ma'tsur yang bersumber dari Rasulullah SAW dan dalam bahasa arab.
  2. Ruqyah syirkiyyah yaitu mantra atau jampi-jampi yang berasal dari selain al-Qur'an dan do'a-do'a yang bersumber dari Rasulullah yang mengandung kesyirikan.
Yang akan dibahas disini sudah tentu adalah pengobatan ruqyah syar'i dimana dalam proses pengobatan ruqyah hanya dibacakan ayat-ayat al-Qur'an yang berkah dan doa-doa ma'tsur dari Rasulullah SAW.  Orang-orang beriman meyakini bahwal al-Qur'an itu sebagai penawar segala penyakit, bukan hanya untuk mengusir gangguan jin dari badan. 

Allah berfirman dalam surat al-Isra : 82


وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

"Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian"

Ada 2 hal besar yang berkenaan dengan ayat ini: bahwa al-Qur'an bisa menjadi penawar (obat) dan rahmat, dengan syarat beriman kepada Allah SWT.  Sedangkan disisi lain bagi orang-orang yang zalim al-Qur'an hanya sebagai kerugian saja bagi mereka.

Ayat diatas juga biasa digunakan untuk menghilangkan penyakit dari tubuh penderita oleh mu'alij (Raqi) sebagai bacaan ruqyah standar, dan efeknya memang luar biasa.

Sedangkan dalam surat  Fushilat ayat 44 Allah berfirman:

قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ ۖ 

 Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin"

Potongan ayat 44 dalam surat Fushilat diatas sekali lagi menegaskan kepada kita bahwa banyak mu'jizat al-Qur'an (seperti dalam surat al-Isra ayat 82) yaitu sebagai petunjuk dan penawar (obat) bagi orang-orang yang beriman.

Kesimpulannya dengan bersandar kepada dua ayat ini (masih banyak dalil al-Qur'an sebagai obat) maka pengobatan ruqyah dengan membacakan ayat-ayat al=Qur'an dapat menyembuhkan segala penyakit yang diderita.

Salah satu sifat Allah adalah Yang Menyembuhkan atau asy-Syifa yang juga merupakan asma-Nya.
Nama Allah SWT yang Maha Besar ini disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kerap membacakan doa perlindungan kepada salah seorang (anggota) keluarga beliau (yaitu) mengusapkan tangan kanan beliau dan beliau membaca dan berdoa:

« اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ ، اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِى ، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا »

“Ya Allah Rabb (pencipta dan pelindung) semua manusia, lenyapkanlahlah penyakit ini dan sembuhkanlah, Engkau adalah asy-Syaafi (Yang Maha Penyembuh), tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan (dari)-Mu, kesembukan yang tidak meninggalkan penyakit (lain)”

Juga dalam hadits shahih yang lain, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu tentang ruqyah (doa/zikir perlindungan) yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu Anas radhiyallahu ‘anhu menyebutkan doa yang mirip dengan doa di atas.


Baca juga:


Banyak dari kalangan masyarakat yang tidak paham dengan perbedaan ini, yaitu antara pengobatan ruqyah syar'iyyah dengan ruqyah syirkiyyah (ruqyah syirik) sehingga mereka mendatangi peruqyah secara sembarangan tanpa meneliti lagi apakah metode penyembuhan yang digunakan syar'i atau tidak?  Halal ataukah haram (syirik) ?

Yang mereka lihat hanya sebatas penampilan saja.  Penampilan seperti seorang ustadz atau seperti orang alim dan ahli ibadah tanpa melihat metode penyembuhan dan pengobatan yang digunakan oleh ustadz tadi.

Dari pengalaman saya meruqyah mantan pasien-pasien dari paranormal dan orang pinter ini ternyata justru menambah jin lagi yang dimasukkan kedalam tubuh pasien, dengan alasan untuk memagari atau sebagai penjaga dari serangan sihir dan santet.

Alasan kedua kenapa masyarkat pergi ketempat praktik pengobatan ruqyah yang tidak syar'i ini adalah ketidak pedulian mereka akan cara-cara pengobatan yang diridhoi Allah SWT, yang mereka inginkan hanya kesembuhan belaka, mereka lupa bahwa kesembuhan adalah milik Allah  semata dan bukan selain-Nya.

Sehingga orang-orang seperti ini rela menanggalkan aqidah keislamannya untuk sebuah kesembuhan yang semu.  Karena ada penyakit baru yang timbul bahkan lebih dahsyat yaitu kemusryikan.

Oleh karena itu ketika hendak mencari pengobatan ruqyah maka carilah yang syar'ie dan tidak menyelisihi agama dan syariat Islam.

Sakit adalah salah satu ujian dari Allah SWT dan merupakan as sunnah (sunatullah, biasa berlaku) bagi orang beriman.  Sakit seperti ujian-ujian lainnya dia bisa berupa teguran karena kita sudah mulai menjauh dari Allah ataukah karena Allah makin sayang dan diberikannya rasa sakit untuk menggugurkan dosa-dosa.  

Atau bisa juga untuk menaikan peringkat (maqam) kita dihadapan Sang Pencipta.

Manfaat Pengobatan Ruqyah dengan Al-Qur'an

Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah mengatakan: "al-Qur'an adalah obat yang paling sempurna untuk mengatasi baik penyakit dunia maupun penyakit akhirat".

"Namun, tidak semua orang diberi kemampuan sekaligus diberikan taufiq untuk dapat memfungsikannya sebagai obat.  Barangsiapa yang membaguskan berobat dengan al-Qur'an untuk mengobati sebuah penyakit, yakni dengan memenuhi syarat yang telah ditentukan dengan penuh keyakinan, niscaya penyakit tersebut tak akan melawannya sama sekali".

"Bagaimana mungkin ia akan melawannya, sedang gunung-gunung saja akan meleleh dan bumi akan hancur lebur jika diletakkan al-Qur'an diatasnya.  Maka tak ada sebuah penyakitpun (baik penyakit medis maupun nonmedis) melainkan ada obatnya didalam al-Qur'an, yang hanya diketahui oleh orang-orang yang diberi anugerah oleh Allah SWT untuk memahami Kitab-Nya tersebut".  Demikian yang dikatakan oleh ibnu Qayyim al-Jauziyyah yang dikutip Seikh Majdi Muhammad asy-Syahawi dalam kitabnya al-'illaj ar-Rabbani li as-Sihr wa al-Mass asy-Syaithani.

Oleh karena itu hendaknya kita masyarakat Muslim tidak meletakan pengobatan ruqyah dengan al-Qur'an ini sebagai alternatif dalam artian kalau tidak sembuh-sembuh dengan cara lain baru melirik kepada pengobatan al-Qur'an.  Sering kami menemui pasien yang sudah parah kondisinya baru mau diterapi dengan al-Qur'an.

Akan tetapi hendaknya setiap kita menempatkan pengobatan ruqyah dengan al-Qur'an dalam posisi yang utama.  Paling tidak ketika si sakit berobat dengan ahli kesehatan secara umum juga disisi lain berobat dengan terapi al-Qur'an (pengobatan ruqyah), beberapa kali bahkan termasuk sering kami menemukan mereka si sakit ini menderita penyakit nonmedis walapun secara zahir seperti penyakit medis bisasa.  

Ada pengalaman kami menemukan mereka yang datang konsultasi karena gagal ginjal, serangan jantung, diabete, sakit lambung, sakit kepala kronis bahkan stroke ternyata setelah dilakukan terapi ruqyah ada indikasi yang sangat kuat karena terkena serangan sihir (Sihr Maridh)


Ada syarat dan ketentuan yang berlaku agar pengobatan ruqyah ini efektif:

  1. Harus ada respon yang positif dari si sakit.  Ia harus mendekatkan dirinya kepada Allah, ikhlas kepada-Nya dan meyakini benar-benar bawha kesembuhan hanyalah atas kehendak dan izin Allah SWT.
  2. Mu'allij (raqi, pengobat, terapis) harus dan mesti mempunyai keimana yang kuat kepada Allah ta'ala dalam segala aspek termasuk dalam hal menerapi penyakit yang diderita pasien.  Pengobat tidak boleh bekerja sama dengan jin dalam melakukan pengobatan ruqyah. Seorang ahli ruqyah juga mesti menguasai teknik dakwah karena dalam kondisi tertentu pasien dan keluarganya memerlukan taujihat dan nasihat yang berhubungan dengan kesembuhan si sakit
  3. Obat yang digunakan adalah obat-obatan yang tidak mengandung unsur haram seperti alkohol dan semisalnya atau bangkai binatang.  Saya sendiri sering menganjurkan untuk minum minyak Habbatussauda karena memang obat ini ada anjuran khsusus dari Rasulullah SAW: Dalam Ash-Shohihain diriwayatkan hadist dari Ummu Salamah dari Abu Hurairah R.A, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah kalian mengkonsumsi Habbatus Sauda’ , karena didalamnya terdapat kesembuhan dari setiap penyakit, kecuali saam. Sedangkan saam artinya kematian.”  Imam Bukhori juga meriwayatkan hadist dari Aisyah R.A bahwasanya ia mendengar Nabi SAW bersabda;  ” Sesungguhnya Habbatus Sauda’ ini merupakan obat bagi setiap penyakit, kecuali saam. Aku bertanya, “Apakah saam itu?”. Beliau menjawab, “Kematian.”  Dalam riwayat Muslim:“Tidak ada suatu penyakit, kecuali penyembuhannya ada didalam Habbatus Sauda.”  Obat yang lain yang juga bermanfaat adalah minyak zaitun dan madu.

Kajian ilmiah tentang pengobatan ruqyah dengan al-Qur'an

Lantunan ayat suci Al-Quran menjadikan  sekelompok getaran dengan Frekuensi tertentu yang memasuki telinga kemudian bergerak ke sel-sel dalam otak dan mempengaruhinya secara positif.  Hati anda kemudian menerima suara-suara bacaan al-Qur'an itu dengan membenarkan bahwa ini adalah firman Allah sehingga sel-sel yang ada didalam otak dan hati merasa nyaman.

pengobatan ruqyah untuk segala penyakit


Sebuah Yayasan Islam di Florida, Amerika Serikat telah mengadakan beberapa kali studi tentang pengaruh pengobatan ruqyah dengan al-Qur'an terhadap orang-orang yang menderita kerasukan jin atau terkena serangan sihir.

Berbagai alat teknologi modern telah mereka gunakan dalam mendeteksi kemungkinan adanya pengaruh secara medis dari pengobatan tersebut terhadap tubuh orang-orang yang sakit.

Dalam sebuah surveynya dari sekian banyak penderita yang terdiri dari orang-orang Islam, baik Arab dan non Arab, yang dibacakan kepada mereka ayat-ayat al-Qur'an, tercatat bahwa al-Qur'an mampu menenangkan hati sebagian besar dari mereka.  Sebab, terbukti bahwa al-Qur'an, sekalipun mereka tidak memahaminya telah berhasil mengendorkan jaringan saraf.  Kami sendiri dalam berbagai sesi ruqyah boleh dibilang hampir 100% mengatakan jauh lebih tenang dan badan lebih enteng setelah sesi pengobatan ruqyah ini.

Baca juga:

Pengobatan ruqyah untuk segala penyakit


Hafiz Abbas, 22, warga Rajgarh,di Pakistan mengonsumsi pil yang menyebabkannya keracunan dan diangkut ke ICU (unit perawatan intensif) dari Rumah Sakit Layanan, Lahore. Biasanya dokter memandang kasus-kasus seperti ini dengan 'putus asa' menilik tingkat kelangsungan hidup pasien tersebut, yang biasanya hanya 10 persen.

Organ-organ pasien seperti hati, pankreas, ginjal dan jantung memburuk namun seorang dokter yang sedang bertugas, Dr Muhammad Javed, memandangnya sebagai tantangan dan mengawali perawatan. “Selama enam jam perjuangan, pasien diberikan 150 kejutan listrik untuk mengawal jantungnya berdetak. Perut dan ginjalnya dibersihkan dan dengan pertolongan perawatan pendukung, si pasien kemudian kembali dari ketidaksadaran.

"Saya belum pernah menyaksikan pasien yang jantungnya berdetak berhenti 150 kali dan diresusitasi oleh tidak sedikit kejutan listrik," kata Dr Javed.

Hasilnya barangkali mengejutkan untuk dokter lain namun Dr Javed yakin apa yang sukses dalam permasalahan ini. Itu bukan obat apa pun namun pembacaan ayat-ayat mulia dari Al-Qur'an yang menyebabkan sebuah mukjizat.

Artikel terkait:

"Selama perawatan Abbas, Surah Al-Rehman terus dibacakan di samping lokasi tempat tidurnya dan ini bekerja sebagai obat penawar yang menakjubkan," katanya.

Setelah tinggal di ICU selama tiga minggu, Hafiz Abbas tidak lagi menjalani pengobatan dan menjalani kehidupan normal. Dia mendengarkan Surat Al-Rahman tiga kali sehari, seperti yang disarankan oleh dokternya.

Bapak dan Ibu yang dirahmati Allah SWT, kesimpulan yang bisa kita ambil adalah mari kita kembali mendekatkan diri kita kepada Yang Maha Pencipta yaitu Allah SWT. Karena dengan izin Allah penyakit bisa dihilangkan.  Dia yang menyembuhkan segala penyakit yang ada di dunia ini.

Yang kedua  mari kita jadikan al-Qur'an sebagai sahabat keseharian kita dalam hidup termasuk mengobati segala penyakit dengan al-Qur'an. .Yang standar praktik ruqyah yang bisa kita lakukan sendiri yaitu dengan membacakan surat al Fatihah, ayat Qursy, surat al Falaq dan an Naas

Dan yang ketiga adalah jangan sembarangan dalam mencari kesembuhan, tetaplah dijalan yang diridhoinya, jangan pernah ke orang pinter, jangan ke paranormal ataupun dukun, karena mereka akan membuat Anda tambah sakit, terutama sakit keimanan.

Mudah-mudahan Allah SWT menjadikan kita dekat dan menjadi sahabat al-Qur'an yang memberikan solusi kehidupan dunia dan akhirat.  Aamiin.

Wallahu a'lam


Pojokan Jatisari





Sumber:






Pengobatan Ruqyah untuk Segala Penyakit Dengan Al-Qur'an Pengobatan Ruqyah untuk Segala Penyakit Dengan Al-Qur'an Reviewed by diruqyahsajadotcom channel on Desember 13, 2018 Rating: 5

Ini Dia Tips Hidup Berkah Dunia Akhirat dan Kunci Untuk Mendapatkannya

Desember 08, 2018

hidup berkah dunia akhirat

Tag: #Hidup berkah dunia akhirat #kunci keberkahan hidup

Barokah atau berkah ialah kondisi yang diharapkan oleh nyaris semua hamba Allah SWT yang beriman, karenanya dengan keberkahan dari-Nya orang bakal mendapat limpahan kebajikan dalam hidup di dunia dan akhirat. #hidup berkah dunia akhirat.


  • Keberkahan yang pertama adalah kehidupan yang makin taat kepada Allah SWT seiring semakin banyaknya karunia dan kenikmatan yang kita rasakan.


Berkah bukanlah serba lumayan dan memadai saja, namun berkah merupakan bertambahnya ketaatanmu untuk Allah SWT dengan segala suasana yang ada, baik berlimpah atau sebaliknya.

Baca juga: 


Berkah itu: “…albarokatu tuzdiidukum fii thoah.” Barokah tersebut menambah taatmu untuk Allah SWT.


  • Keberkahan hidup yang kedua adalah kesehatan yang kita rasakah dalam hidup.  Bayangkan kalau uang kita banyak namun hidup dalam kondisi sakit-sakitan, tentunya akan berkurang rasa dari kenikmatan harta yang kita miliki.  Hidup yang barokah tidak saja sehat, namun terkadang sakit tersebut justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub As, sakitnya meningkatkan taatnya untuk Allah SWT. #kunci keberkahan hidup


  • Keberkahan hidup yang ketiga adalah usia panjang yang disertai ibadah dan ketaatan yang panjang juga sesuai dengan umur kita.  Berkah tersebut tidak Cuma usianya yang panjang, terdapat juga pada orang yang umurnya pendek namun dahsyat taatnya kepada Allah SWT layaknya Musab ibn Umair. #hidup berkah dunia akhirat

Tanah yang barokah tersebut bukan sebab subur dan panoramanya indah,sebab tanah yang tandus laksana Makkah punya keutamaan di hadapan Allah SWT…tiada banding….tiada tara. #ciri ciri hidup berkah

Makanan barokah tersebut bukan yang komposisi gizinya lengkap, yang mahal dan enak namun makanan yang barokah tersebut mampu mendorong pemakannya menjadi lebih sehat bukan menambah penyakit serta taatnya bertambah sesudah makan. #hidup berkah dunia akhirat

Ilmu yang barokah tersebut bukan yang tidak sedikit riwayat dan daftar kakinya. namun yang barokah merupakan yang dapat menjadikan seorang yang dengan ilmunya meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal dan berusaha untuk agama Allah SWT. #kunci keberkahan hidup

Penghasilan barokah pun bukan gaji yang besar dan berlimpah, namun sejauh mana ia dapat jadi jalan rezeki untuk orang lainnya dan semakin tidak sedikit orang yang terbantu dengan pendapatan tersebut. #ciri ciri hidup berkah

Baca juga:


Keluarga yang barokah bukanlah keluarga yang selalu berkecukupan saja tapi keluarga yang barokah adalah yang anggotanya saling menyapa, saling menyayangi, saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran serta berlomba-lomba untuk meraih ketaatan yang sempurna kepada Allah SWT. #hidup berkah dunia akhirat

Anak-anak yang barokah bukanlah ketika kecil mereka lucu dan imut atausesudah dewasa mereka berhasil bergelar dan memiliki pekerjaan dan jabatan hebat, namun anak yang barokah merupakan yang senantiasa taat untuk Rabb-Nya dan kelak salah satu mereka terdapat yang lebih shalih dan tak henti-hentinya mendo’akan kedua orangtuanya. #hidup berkah dunia akhirat

Semoga segala kegiatan kita hari ini barokah.


Pojokan Jatisari 9/12/2018


Ini Dia Tips Hidup Berkah Dunia Akhirat dan Kunci Untuk Mendapatkannya Ini Dia Tips Hidup Berkah Dunia Akhirat dan Kunci Untuk Mendapatkannya Reviewed by diruqyahsajadotcom channel on Desember 08, 2018 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.