Dalam Mencari Kesembuhan Harus Berhati-hati

Bapak dan Ibu yang berbahagia,

Secara sunatullah umumnya manusia, khususnya orang yang beriman kepada Allah SWT mendapatkan ujian-ujian dalam kehidupannya.  Ujian terbagi dua: Yang pertama adalah ujian yang menyenangkan atau menggembirakan seperti kelebihan harta dan kekuasaan dan ujian kedua adalah ujian yang sifatnya menyedihkan seperti sedikitnya harta dan penyakit yang diderita.

Khusus mengenai ujian penyakit ini adalah kewajiban sipenderita untuk berobat.  Yang lumrah dilakukan adalah pergi keseorang dokter atau kerumah sakit untuk mengobati penyakitnya itu. Diantara mereka dengan yang berobat ini Allah SWT berikan kesembuhan dan diantara mereka ada yang Allah masih uji dengan penyakitnya.

Nah sebagian orang-orang ini dengan informasi dari sana sini mulai mencoba untuk berobat secara alternatif.  Disinilah kita mesti berhati-hati, jangan sampai karena mengharap sangat sebuah kesembuhan kita jadi menggadaikan keimanan kita dengan harga sangat murah,  Jangan sampai pergi kedukun yang ketika mendatanginya saja sudah membuat sholat kita tidak diterima selama 40 hari dan ketika kita mempercayai ucapan-ucapan sang dukun maka status kemusyrikan bisa tersematkan kepada kita, na'udzubillah.

Perdukunan sendiri telah merasuk kemasyarakat umumnya dinegara kita sehingga batas antara kebathilan dan kebenaran menjadi samar.  Hari ini kita bisa saksikan praktek-praktek perdukunan dikemas dengan nuansa-nuansa agamis bahkan modernis sehingga banyak orang yang tertipu oleh praktek perdukunan dan paranormal.

Disini penulis mencoba menjabarkan secara jelas berobat seperti apa yang dibolehkan syari'at dan yang mana diharamkan:  Intinya jangan melihat kepada panggilan seperti ustadz, kyai, ajengan dan lain sebagainya.  Ataupun berdasarkan pakaian dan penampilan mereka, tapi lihatlah bagaimana cara mereka menerapi atau mengobati suatu penyakit.

Berikut adalah ciri-ciri ruqyah syirkiyyah (bukan syar'iyyah) yang harus diwaspadai jangan sampai kita terjerumus kedalam aktifitas yang diharamkan oleh Allah SWT:

Peruqyah sudah tahu penyakit apa yang diderita pasien tanpa pasien menjelaskan sebelumnya.

Peruqyah menyentuh langsung kulit pasien wanita dengan tangannya tanpa memakai sarung tangan atau pelindung lainnya. Walaupun hal ini tidak jatuh kepada kemusyrikan akan tetapi patut diwaspadai kalau ada orang yang mengaku peruqyah syar'iyyah melakukan hal ini kemungkinan dia juga melakukan hal-hal yang dilarang lainnya dalam melakukan terapi.

Membaca ayat-ayat al Qur'an yang dicampur dengan bacaan-bacaan lain yang tidak jelas.

Memanggil dengan nama-nama tertentu baik diawal terapi, ditengah ataupun diakhir.

Peruqyah membaca ayat-ayat al Qur'an dalam menerapi tetapi juga dibantu dengan jimat-jimat dan benda-benda syirik lainnya.

Peruqyah berkhalwat (berdua saja) dengan pasien yang berbeda jenis kelamin tanpa didampingi oleh mahrom dari pasien.

Peruqyah hanya berkomat-kamit tidak terdengar dengan jelas apa yang sedang dibacanya.

Menggunakan media lain untuk memindahkan penyakit, seperti kedalam botol, telur. ayam, kambing atau benda lainnya.

Peruqyah melakukan penerawangan berdasarkan vision dan pandangannya, bukan berdasarkan indikasi penyakit yang diderita pasien.

Peruqyah mengaku bisa mengobati pasien dari jarak jauh.

Peruqyah mengaku bisa melihat jin dan bisa menangkapnya.

Peruqyah syirkiyyah biasanya suka bekerjasama dengan jin, makamya  ketika jin yang ada dalam tubuh pasien minta sesuatu selalu dipenuhi, karena dia yakin itulah jalan kesembuhan.

Peruqyah syirkiyyah biasanya takut dengan ancaman jin, makanya segala yang diminta jin harus dituruti pasien.


Itulah tanda-tanda atau ciri-ciri dari peruqyah syirkiyyah atau dukun yang seringkali mengaku sebagai peruqyah, tapi dalam praktek banyak bertentangan dengan kaidah-kaidah syar'ie agama Islam.

Mudah-mudahan Allah SWT selalu melindungi kita dari amalan-amalan yang menyekutukanNya.

Wallahu a'lam



Healty Care
Healty Care

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Posting Komentar