Penyakit Hati dan Terapi Ruqyah


penyakit hati dan terapi ruqyah
penyakit hati 
Tag:Penyakit hati dan terapi ruqyah

Penyakit hati dan terapi ruqyah - Ada satu kaidah mendasar yang saya selalu tekankan kepada para pasien yaitu bagi mereka yang ingin mendapatkan kesembuhan secara sempurna maka jalanya adalah dengan membersihkan hati.  Hati yang bersih dari segala macam penyakit hati seperti sombong, hasad, ghurur, dendam, sakit hati, kikir dan keburukan hati lainnya maka akan mempercepat proses kesembuhan, dan saya yakin ini tidak hanya berlaku kepada penyakit gangguan jin atau sihir saja akan tetapi berlaku kepada semua penyakit.

Rasulullah sallallhu 'alaihi wasallam bersabda:


أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Para peneliti jaman sekarang sudah menemukan korelasi antara prilaku (baca: penyakit hati) dan penyakit yang diderita, misalnya orang yang menderita penyakit paru-paru kemungkinan ada kebiasaan memendam perasaan, kalau tidak dibilang dendam atau sakit hati.   Penyakit darah tinggi, biasanya diderita yang hatinya sangat responsif terhadap kemarahan. Demikian juga dengan penyakit jantung, ada kemungkinan banyak diderita oleh orang yang dalam dirinya selalau merasa khawatir yang berlebihan, atau dalam bahasa agama disebut dengan waswasa, ini adalah salah satu penyakit hati, dan penyembuhan penyakit hati ini adalah mempertebal rasa tawakkal kepada Allah subhanahu wa ta'ala.


Penyakit lambung kronis juga berhubungan dengan fikiran negatif (penyakit hati) dari penderita, biasanya juga ada rasa kekhawatiran yang berlebih dan kurangnya rasa tawakkal kepada Allah.  Kecemasan seringkali melingkupi jalan kehidupannya, bahkan terhadap kepada hal-hal yang sifatnya kecil dan sepele sehingga membuat asam lambung meningkat dan mengikis serta melukai dinding lambung yang menyebabkan penyakit lambung kronis.  Waswas adalah termasuk penyakit hati dan tergolong berat, harus dihilangkan dari diri setiap orang yang menginginkan kesembuhan.

Bahaya sihir pemisah dalam rumah tangga

Dalam kaidah ilmu ruqyah syar'iyyah, kebersihan hati adalah hal pokok dalam pengobatan untuk meraih kesembuhan yang sempurna.  Kami meyakini ketika masih ada rasa sombong, angkuh, dendam, sakit hati, menduakan Allah, dan lain lain penyakit hati yang ada didalam kalbu maka kesembuhan yang akan didapatkan tidak akan sempurna, khususnya pada penyakit karena serangan sihir dan gangguan jin lainnya.

Dalam satu kesempatan sesi ruqyah, sepasang suami istri yang datang ketempat kami karena terkena sihir tafriq/pemisah, ketika giliran si Istri yang diterapi ada kesulitan yang luar biasa untuk mengeluarkan penyakit/jin yang ada didalam tubuhnya.  Titik-titik buhul didalam tubuh sudah terdeteksi dan juga sudah dirusak dengan dibacakan ayat-ayat anti sihir, tinggal mengeluarkan jin dan penyakit saja dari tubuh si Ibu ini.

Waktu berjalan hampir setengah jam, gumpalan hawa panas dirasakah si ibu tertahan di dada dan tenggorokan tidak bisa dikeluarkan.  Saya bertanya: "Bu mohon maaf apakah ibu punya sesuatu barangkali pernah diberikan oleh orang pinter yang ibu pernah konsultasi sebelumnya?" "Ya semacam jimat untuk penjaga dan keselamatan", saya menambahkan.  "Atau punya benda-benda pusaka peninggalan leluhur yang ibu simpan dirumah?"  Yang dijawab negatif oleh si Ibu ini: "Tidak ada pak Ustadz, kami tidak mempunyai benda-benda semacam itu".  Si Ibu menjawab dengan yakin.  

Kalau begitu kemungkinan lain adalah masalah qalbu, dan ternyata memang benar.  "Saya sakit hati dengan suami saya ini pak Ustadz, dia menghianati saya dan selalu menjelekkan saya dan keluarga saya".  Begitu ungkapan hati si Ibu ketika saya jelaskan bahwa untuk meraih kesembuhan hati harus benar-benar bersih dari marah, dendam dan sakit hati.  Saya coba menasihati dan memberikan motivasi kesembuhan dengan coba mengikhlaskan semuanya dan menyerahkan persoalannya kepada Allah semata.

Alhamdulillah, dengan dimulai dengan membimbing si Ibu dengan istighfar dan membaca doa "robbanaa hablana min azwajinaa...akhirnya sedikit demi sedikit penyakit si Ibu yang tertahan didalam dada dan tenggorokan bisa dikeluarkan melalui muntah.  Dengan dimulai dengan metode putaran tawaf dipinggang dengan niat menarik semua penyakit dan jin dari seluruh badan dan kemudian didorong ke atas badan akhirnya si Ibu muntah-muntah hebat, yang insya Alloh menandakan penyakit dan jin banyak keluar dari proses ini.

Bersyukur kepada Allah cara Nabi Ibrahim AS

"Alhamdulillah pak Ustadz, sekarang badan saya enteng banget" kata si Ibu dengan logat Betawinya yang kental.  "Pikiran jauh sudah lebih tenang dan rasa sakit dibadan sudah hilang".  "Bersyukurlah kepada Allah bu, Dialah yang menyembuhkan segala penyakit", saya coba mengajaknya bersyukur atas nikmat sehat yang diberikan.  Indikasi sudah mendapatkan kesembuhan yang sempurna selain badan dan pikiran sehat juga sholat dan ibadah-ibadah lainnya semakin bagus bu", demikian saya menasihati si Ibu.

Tanda jin sudah keluar dari tubuh

Kesimpulannya adalah penyakit yang diderita baik medis dan nonmedis akan lebih cepat dan sempurna kesembuhannya ketika penyakit hati yang ada dalam kalbu sudah berkurang bahkan hilang sama sekali.  Oleh karena itu kaum Muslimin yang menginginkan kesehatan yang prima maka masalah hal ini harus menjadi perhatian utama.

Kesembuhan adalah milik Allah semata, bukan milik dokter, tabib, peruqyah maupun obat-obatan.  Bagi mereka yang mendapatkan kesembuhan dengan sempurna maka mendekatkan diri kepada Allah adalah jalan satu-satunya.  Hasbunallah wani'mal waakil ni'mal maula wani'man nashir, laa hawlaa wala quwwata illa billah.





Pojokan Jatisari, 21 Oktober 2018 






Healty Care
Healty Care

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Posting Komentar