#Berobat dengan al-Qur;an

Berobat dengan al Qur'an
berobat dengan al Qur'an


Berobat dengan al-Qur'an - Yang pertama, kita bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan al Qur'an sebagai salah satu manfaatnya sebagai obat.  Obat segala jenis penyakit: Penyakit hati dan spiritual ataupun juga penyakit jasmani dan gangguan jin.

Yang kedua yang harus kita yakini benar adalah apa yang disebutkan tentang "penyakit apa pun yang diciptakan Allah, Dia menciptakan obat untuk itu" adalah sebenarnya. Namun kita mengetahui fakta dasar ini bukan dari Al-Quran, tetapi dari Hadist Nabi Muhammad SAW.

Hebatnya, meskipun Nabi (saw) hidup di salah satu negara termiskin 14 abad yang lalu, ia dibimbing oleh Allah untuk mengajar umat Islam dan seluruh dunia sejak saat itu “Tidak ada penyakit yang diciptakan Allah, kecuali bahwa Dia juga telah menciptakan obatnya. " (Al-Bukhari)

Baca juga:


    Pada saat itu, ketika perawatan dengan sihir dan sejenisnya tersebar luas di seluruh dunia, pernyataan seperti itu oleh Nabi merupakan lompatan besar ke depan dalam pengetahuan manusia; lompatan yang hanya bisa berasal dari Allah SWT yang Maha Tahu. Bimbingan Nabi lebih lanjut mengilhami umat Islam untuk mencari dan menemukan obat-obatan yang efektif, ketika dia berkata, dalam narasi yang lebih lengkap tentang hadits :


    Allah tidak pernah menciptakan penyakit tetapi menciptakan pengobatannya, yang diketahui oleh beberapa orang dan tidak diketahui orang lain, kecuali kematian. (At-Tabarani)

    Maka tidak mengherankan bahwa para ilmuwan Muslim awal, selama abad ketiga dan keempat Islam, meletakkan dasar-dasar farmakologi modern. Penelitian dan tulisan-tulisan mereka adalah sumber utama untuk Pencerahan Eropa jauh kemudian.

    Jika suatu penyakit dianggap tidak dapat disembuhkan pada satu titik sejarah, ini tidak berarti bahwa penelitian ilmiah dan pengalaman yang terkumpul tidak akan, suatu hari, menemukan pengobatan; contohnya adalah AIDS adalah penyakit, dan kita harus memikirkannya.

    Tidak ada ramalan khusus tentang AIDS dalam Al-Quran. Namun, Allah telah berulang kali memperingatkan negara mana pun yang terlibat dalam sodomi dan penyimpangan seksual dari menghadapi nasib yang sama dengan nasib kaum Nabi Luth. Sebagai contoh, kita membaca dalam Al-Quran :


    وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ


    80. Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?"

    Kemudian Allah SWT menjelaskan apa perbuatan faahisyah yang kaum Luth lakukan,

    إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرُفُونَ


    81. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu, bukan untuk wanita, sebaliknya kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.

    Yaitu suatu perbuatan durjana dan kemaksiatan yang besar dan belum pernah dilakukan siapapun sebelum mereka.

    Ketika Luth menegur dan menasihati kaumnya agar meninggalkan perbuatan durjana tersebut malah dicaci dan dicemooh dan bahkan hendak diusir oleh kaumnya:


    وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ


    82. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri".

    Oleh karena kemaksiatan mereka sudah demikian besarnya maka Allah juga menimpakan kepada kaum Nabi Luth ini suatu azab di dunia yang belum pernah ditimpakkan kepada ummat sebelumnya yaitu hujan batu yang dijatuhkan kepada mereka.


    وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ


    84. Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.

    Faktor penyembuhan utama bagi banyak penyakit adalah kekebalan alami yang diciptakan Allah dalam sistem tubuh kita. Penyembuhan banyak orang yang terinfeksi virus dicapai melalui antibodi yang merupakan sumber utama dari "pengobatan untuk setiap penyakit".  Oleh karena itu memperbaiki dan memperkuat kekebalan tubuh adalah sarana untuk mencegah datangnya penyakit.

    Baca juga:


    Namun, umat Islam diminta untuk mencari pengobatan dari para ahli, seperti dalam hadits berikut :


    "Allah telah menurunkan penyakit dan obatnya, dan Dia telah menunjuk obat untuk setiap penyakit, jadi rawatlah dirimu secara medis, tetapi jangan gunakan yang melanggar syariat." (Abu Dawud)

    Sekali lagi, ini adalah saran yang progresif yang luar biasa 14 abad yang lalu yang hanya bisa datang dari bimbingan Ilahiah. Reaksi Muslim awal yang terkejut digambarkan oleh narasi berikut:

    Pada zaman Nabi Muhammad, seorang pria jatuh sakit. Nabi berkata, "Panggil tabib suku ini untuknya." (Ahmad)

    Suatu ketika Nabi Muhammad mengunjungi seorang yang sakit. Dia berkata, "Panggil dokter untuknya." Salah satu pelayan berkata, "Bahkan Anda mengatakan ini, Nabi Allah?" Nabi Muhammad menjawab, "Ya." (Al-Bukhari)

    Namun, sebagai tindakan pencegahan untuk mengurangi kemungkinan infeksi, Nabi Muhammad memperingatkan umat Islam agar tidak bergaul dengan orang sakit:

    "Orang yang sakit tidak boleh dibawa ke orang yang sehat." (Al-Bukhari)

    Juga, Nabi Muhammad memerintahkan umat Islam untuk mengisolasi mereka yang memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sehingga orang-orang yang memiliki kekebalan lemah tidak akan terinfeksi:

    "Lari dari kusta seolah-olah Anda melarikan diri dari singa." (Al-Bukhari)

    Karantina adalah alat pengobatan pencegahan yang tidak diketahui umat manusia sampai abad terakhir. Namun, itu adalah salah satu praktik yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, yang diwahyukan kepadanya oleh Allah, Yang Maha Tinggi dan Maha Kuasa, untuk mencegah penyebaran wabah.      

    Dalam hal ini, pertanyaan yang sering diajukan adalah apakah Quran dan ruqyah (kata-kata pelindung dari Quran dan Sunnah ) dapat membantu dalam perawatan. Ya, mereka membantu sebagaimana Allah SWT berfirman dalam al Qur'an:


    وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا


    82. Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.

    Islam mengajarkan kita banyak hal yang berguna di bidang penyembuhan penyakit. Seseorang harus mengingat pertama bahwa Allahlah yang memiliki kekuatan menyembuhkan semua orang; tidak ada yang memiliki kekuatan ini selain Dia. Selain itu, Nabi mendesak kita untuk membaca beberapa doa-doa jika seseorang menjadi korban penyakit. 

    Dari Khaulah binti Hakim, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang singgah di sebuah tempat kemudian ia mengatakan,


    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

    "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang diciptakan-Nya, niscaya tidak akan ada yang memudharatkannya” (HR. Tirmidzi: 3437, dan An Nasai: 5433)

    `A'ishah (semoga Allah meridhoinya) berkata, "Ketika seorang anggota keluarga Nabi jatuh sakit, Nabi akan meniup tubuhnya dengan membaca dua surah pelindung (Al-Falaq dan An-Nas, 113 dan 114) masing-masing) dan akan menggosoknya dengan tangannya. " (Muslim)

    Juga disebuthkan bahwa Nabi menyetujui beberapa sahabatnya yang membaca Surat Al-Fatihah sebagai ruqyah untuk menyembuhkan seorang lelaki yang disengat kalajengking.Apakah Quran Obat untuk Segala Penyakit

    Kita dapat menggunakan Alquran sebagai ruqyah dengan membacanya dan meniup diri kita sendiri atau orang-orang yang menderita: Nabi biasa membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas ke tangannya yang ditangkupkan, meniup tangannya, dan kemudian usap tubuhnya. (Muslim)

    Oleh karena itu kita sebagai ummat Nabi Muhammad SAW mengikuti sunnah beliau adalah suatu kewajiban diantaranya melakukan pengobatan dengan al Qur'an sebagai salah satu solusi kesehatan masyarakat.  

    Kalau ada yang mau dikonsultasikan sehubungan dengan penyembuhan dengan al Qur'an silahkan kontak no WA berikut:


    Wallahu a'lam


    Pojokan Jatisari 28/12/2018
    Terapi Ruqyah Rumah Sehat

    Maraji' : tafsirq



Belum ada Komentar untuk "#Berobat dengan al-Qur;an "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel