Cara Bersyukur Kepada Allah ala Nabi Ibrahim AS

Cara bersyukur kepada Allah
cara bersyukur kepada Allah
Cara bersukur kepada Allah - Banyak orang bertanya bagaimana cara bersyukur kepada Allah secara benar sehingga membuat kehidupannya barokah dan bahagia dunia akhirat.  Dalam artikel ini disajikan contoh kehidupan Nabiyullah Ibrahim AS dan keluarganya yang mencerinkan perilaku hamba-hamba Allah yang pandai bersyukur kepadaNya.  Sehingga dengan membaca artikel ini kita akan lebih paham cara bersyukur kepada Allah secara benar.

Makkah pada waktu itu adalah tempat yang sangat gersang, hanya bebatuan dan pasir yang ada disana, sama sekali tidak ada kehidupan.  Maka ketika perpisahan itu terjadi Nabi Ibrahim tegak berurai air mata memandang isteri dan anak yang ditunggunya lahir sejak bertahun-tahun lalu sudah tidak nampak kelihatan lagi. Nabi Ibrahim kemudaian mengangkat tangan menghadap Kiblat seraya berdo’a:

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah-Mu yang dihormati. Wahai Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah rezeki kepada mereka dari buah-buahan, supaya mereka bersyukur
(Ibrahim: 37)

Dari untaian doa Nabi Ibrahim di atas yang diabadikan dalam al Qur’an, jelas bahwa kunci kesuksesan, kemakmuran, dan kebahagiaan pada hakikatnya adalah sederhana saja: Pandai bersyukur kepada Allah SWT dengan mengetahui  langkah-langkah yang tepat bagaimana cara bersyukur kepada Allah sebagai seorang hamba.

Baca: Cara setan menjerumuskan manusa

 Di Makkah yang meskipun benar-benar tandus, kering, keras berbatu dan tidak ada kehidupan disana seaindainya disyukuri terbukti menjadi tempat yang sangat makmur dan menjadi magnet bagi jiwa-jiwa manusia yang ingin mendekatkan diri kepada Rabnya yang tiada henti. Tetapi tentunya dengan rasa dan sikap syukur yang sebenarnya, bukan syukur basa-basi melainkan bersyukur kepada Allah dari lubuk hati yang jernih dan dibuktikan dengan sikap dan amal perbuatan yang sholih. Berikut adalah cara bersyukur kepada Allah yang diambil dari perihidup Nabi Ibrahim AS beserta dengan keluarganya.

7 Cara bersyukur kepada Allah ala Nabi Ibrahim AS

Mari kita lihat bagaimana Nabi Ibrahim AS, Hajar, dan Ismail mengajarkan cara bersyukur kepada Allah SWT secara benar:

Pertama, cara bersyukur kepada Allah yang diajarkan Nabi Ibrahim kepada kita umat sesudah beliau adalah senantiasa berbaik sangka (husnudzon) kepada Allah. Hajar sempat terkejut dan kaget juga berteriak disaat dia dan Ismail yang masih bayi ditinggal begitu saja oleh Nabi Ibrahim ditempat yang sepi dan gersang dan jauh dari tanda-tanda kehidupan.  Nabi Ibrahim bahkan terus berjalan meninggalkan mereka berdua, tidak menoleh dan tidak juga menjawab teriakan Hajar istrinya.  Sampai akhirnya Hajar berteriak dan bertanya, “Apakah kami ditinggal disini karena perintah dari Tuhanmu? .  Nabi Ibrahim menjawab singkat : “Ya.”  Hajar kemudian menjadi tenang seraya mengatakan, “Kalau demikian adanya maka sekali-kali Allah tidak akan menyia-nyiakan kami.”

Hajar sadar dan yakin seyakin-yakinnya dengan perintah Allah, meskipun ditempatkan di tempat yang gersang dan hanya berdua dengan putranya yang masih bayi, Hajar percaya bahwa ini merupakan takdir yang baik, Allah tidak akan membiarkannya. Inilah keimanan dan sikap yang senantiasa bersyukur kepada Allah dalam setiap kondisi dan keadaaan. Tidak pernah ragu dan bimbang terhadap apapun yang diperintahkan Allah kepadanya, meskipun tampak berat dan sulit.  Kita sepatutnya senantiasa yakin sepenuhnya bahwa dibalik perintah Allah pasti ada hikmah dan kenikmatan yang besar didalamnya.

Kedua, cara bersyukur kepada Allah itu bukan berpangku tangan dan bersantai-santai saja, melainkan mesti disertai dengan perjuangan, pengorbanan dan usaha yang kuat.. Hajar percaya bahwa Allah pasti tidak akan membiarkannya, namun Hajar tidak hanya berpangku tangan saja.  . Hajar lari naik ke bukit shafa mencari rezeki. Tidak menemukan air di bukit Shafa, dia lari ke bukit Marwa.  Tidak mendapatkan sesuatu di bukit Marwa maka dia kembali naik ke bukit Shafa, hingga dia berlari-lari bolak balik hingga tujuh kali. Hingga Allah memberikan anugerah air yang keluar di dekat kaki Ismail. Usaha dan perjuangan Hajar untuk mencari rezeki ini kita kenal dengan sa’i.

Allah berfirman,
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (Al-Jumu’ah: 10)

Islam melarang keras bermalas-malasan, meminta-minta dan menggantungkan hidup kepada orang lain. Islam juga memperingatkan  supaya tidak mudah berhutang, apalagi makan riba, mencuri atau korupsi. Melainkan kita diperintahkan untuk berprofesi dan bekerja mencari rezeki untuk penghidupan secara halal dan baik. Allah berfirman, cara bersyukur kepada Allah
 “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (An-Nahl: 114)

Baca: Bersyukur itu menyehatkan dan menyembuhkan penyakit

Ketiga, mengetahui cara bersyukur kepada Allah terhadap yang sedikit atau kecil.  Ternyata indahnya kisah keluarga Ibrahim ini memberikan teladan kepada kita sebagai model cara bersyukur kepada Allah. Dikala Hajar dan anaknya Ismail kelaparan, tidak ada lagi yang bisa dimakan dan diminum.  Kurma telah habis dan asi nya sudah kering tidak bisa lagi diberikan kepada bayi Ismail. Setelah pontang panting berlari bolak balik antara Shafa dan Marwah sampai tujuh kali, pada akhirnnya Allah memberikan karunianya berupa air yang dapat diminum.  Subhanallah, Hajar tidak  mengatakan, “Ya Allah mengapa cuma  air.”  Hinga oleh Hajar, air yang keluar dari bumi itu diterimanya sebagai anugerah yang amat besar.  Kemudian dia kumpulkan dan dibuat bendungan kecil, dengan harapan air terkumpul dan tidak terbuang. Inilah yang kemudian kita kenal dengan air Zamzam. Ketika pemberian air itu disyukuri oleh Hajar, maka senantiasa memberikan kecukupan.  Hajar meminum air itu dengan rasa syukur, maka keluarlah kembali asi nya yang sebelumya sudah kering. Dan, berhari-hari air itu diminum tanpa ada makanan yang lainya dan ternyata cukup. Itulah cara bersyukur kepada Allah yang dicontohkan keluarga Nabi Ibrahim AS.  Rasulullah Muhammad SAW bersabda,
“Air Zamzam itu (mencukupi) untuk apa ia diminum.” (Hr. Ahmad dan Ibnu Majah)

Ketika air Zamzam diminum oleh orang yang kehausan maka hilanglah rasa hausnya, dan apabila diminum oleh orang yang kelaparan maka kenyanglah dia dan sekiranya diminum oleh orang yang sakit insyaallah sembuh penyakitnya. Demikianlah rezeki itu prinsipnya. Cukup atau tidak, bukan karena sedikit atau banyaknya. Sedikit kalau seandainya disyukuri dengan mengetahui cara bersyukur kepada Allah seperti keluarga Nabi Ibarahim ini maka akan cukup, namun meskipun banyak kalau tidak disyukuri maka tak akan cukup.

Nabi bersabda,

 “Siapa yang tidak dapat mensyukuri yang sedikit, maka dia tidak bisa mensyukuri yang banyak.” (Hr. Ahmad)

Keempat, bersukur itu adanya keinginan untuk berbagi, cara bersyukur kepada Allah inipun dicontohkan oleh Hajar. Orang-orang dipersilahkan untuk ikut serta ditempat itu untuk mengambil manfaat dari banyak air disana.  Hajar berpesan supaya sumber air itu tidak dimiliki oleh siapapun.. Artinya, siapa saja boleh untuk meminum dan mengambilnya namun bukan untuk diperjual belikan. Air itu hingga hari ini dibagi-bagikan secara gratis tidak dipungut bayaran.  Dan oleh sebab itu air zamzam tidak ada habis-habisnya walaupun diminum oleh jutaan manusia dari satu sumber air itu. Duhai indahnya berbagi, tidak akan mengurangi rezeki, bahkan harta yang dimiliki semakin bening, bersih dan penuh barokah.  Sama seperi air yang terus mengalir yang dibagi dan dinikmati oleh banyak orang, tidak ada habis-habisnya. Ini bisa juga kita nikmati dengan mengetahui cara bersyukur kepada Allah dan mengaplikasikannya dalam kehidupan.

Kelima, cara bersyukur kepada Allah itu ada keinginan untuk berkorban dijalan Allah, inilah yang dicontohkan Ibrahim dan keluarganya. Nabi Ibrahim berkata,

“Wahai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu.” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (Ash-Shaffat: 102)

Namun apa yang kemudian terjadi? Bukan Ismail yang disembelih tetapi Allah datangkan kambing kibas besar.  Itulah pengorbanan, maka karenanya bukan sia-sia. Tetapi justru mendatangkan karunia yang amat besar.  Oleh karena itu berinfaq, bershodaqoh, berzakat merupakan salah satu cara bersyukur kepada Allah dari bentuk ibadah lainnya.

Keenam, cara bersyukur kepada Allah itu adalah adanya keinginan untuk memenuhi undangan Allah untuk memakmurkan rumah-Nya.  Inilah yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya.  Bagaimaina orang mau disebut telah bersyukur kalau diundang ke Baitullah, Masjidil Haram dan masjid-masjid lainnya diseluruh dunia tapi enggan untuk mendatanginya (sholat berjamaah didalamnya). Duhai para pemuda, remaja, bapak-bapak dan kita semua, kapan kita berkeinginan berkunjung kerumah Allah? Lima kali dalam sehari Allah memanggil, berapa kali kita penuhi?

Ketujuh, cara bersyukur kepada Allah itu merasa cukup (qana’ah) atas anugerah Allah dan tidak mudah berkeluh kesah. Ada kisah menarik berkenaan dengan keluarga Ibrahim ini, yaitu tatkala Nabi Ibrahim berkunjung kerumah Ismail yang telah menikah.  Pada saat itu Ismail tidak ada dirumah yang dijumpai hanya istrinya. Maka bertanya nabi Ibrahim kepada istrinya Ismail: “Kemana Ismail suamimu?” Dijawab bahwa suaminya Ismail sedang pergi mencari rezeki.  Nabi Ibrahim bertanya lagi, “Bagaimana kondisi kalian?” Kemudian istri Ismail menjawab: “Kami betul-betul kesusahan dan serba kekurangan”, kemudian wanita itu menceritakan kekurangan-kekurangan suaminya Ismail.  Kemudian Nabi Ibrahim berkata: “Katakan kepada suamimu bahwa aku datang, dan sampaikan salamku kepadanya dan aku juga berpesan kepadanya agar dia mengganti daun pintu rumahnya”
Ketika Nabi Ismail datang, sang istri mengatakan bahwa Nabi Ibrahim datang dan menyampaikan pesan untuk mengganti daun pintu rumahnya.  Ismail pun paham bahwa ayahnya itu menyarankan kepadanya untuk menceraikan istrinya yang kurang bersikap qonaah.

Baca: Ciri-ciri dan tanda-tanda gangguan jin

Ketika Nabi Ibrahim kembali berkunjung kerumah Ismail, pada waktu itu Ismail sudah menikah lagi.  Ibrahim bertanya dengan pertanyaan yang sama kepada wanita ini tentang kondisi Ismail dan istrinya. Wanita itu menjawab bahwa kondisi mereka sangat baik dan bahagia.  Mendengar jawaban tersebut maka Nabi Ibrahim berpesan kepada Ismail untuk mempertahankan daun pintu rumahnya, artinya untuk mempertahankan istrinya yang sekarang. Keluarga Nabi Ismail selalu senang dan berbahagia, melahirkan keturunan-keturunan yang bermartabat dan terhormat, dan dari pohon besar keluarga Nabi Ismail ini lahirlah Nabi Muhammad SAW.  Itulah cara bersyukur kepada Allah yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan keluarganya, mudah-mudahan kita bisa mengikutinya dalam kehidupan sehari-hari dan semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai hamba-hambanya yang pandai bersyukur,  hidup berbahagia di dunia dan akhirat. Amiin.

Wallahu a’lam



Pojokan Jatisari 15 Februari 2018





Empat cara bersyukur kepada Allah - Merdeka.com

Tags:
cara bersyukur atas nikmat allah

contoh bersyukur kepada allah

cara bersyukur dan hikmahnya

cara bersyukur kepada orang tua

cara mengungkapkan rasa syukur kepada tuhan

hikmah bersyukur kepada allah

cara bersyukur yang benar agar rezeki semakin melimpah

5 cara berterima kasih kepada allah
Healty Care
Healty Care

This is a short biography of the post author. Maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec vitae sapien ut libero venenatis faucibus nullam quis ante maecenas nec odio et ante tincidunt tempus donec.

Posting Komentar